Ousmane Dembélé Raih Ballon D’Or 2025, Ini Alasan Yamal Tersingkir
Decimalnews.com – Ousmane Dembélé resmi memenangkan Ballon d’Or 2025 dalam kategori pemain pria, setelah musim spektakuler-nya bersama Paris Saint-Germain (PSG) yang ditutup dengan trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
Pemain asal Prancis berusia 28 tahun ini tampil luar biasa sepanjang musim 2024-2025. Dembélé memainkan peranan kunci dalam dominasi PSG, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Tercatat Dembele sukses mengoleksi 37 gol dan 15 assist di semua kompetisi.
Dia juga membantu PSG meraih gelar Liga Champions pertama mereka, sekaligus berperan aktif dalam gelar juara di liga domestik dan beberapa piala lainnya.
Dembélé tidak bisa menahan emosinya saat menerima penghargaan, dia mengaku tidak memasang target ini namun dirinya begitu bahagia bisa meraih penghargaan prestisius tersebut.
“Saya tidak pernah memasang target pribadi untuk penghargaan ini. Namun ketika itu datang, tentu saja bahagia sekali.”
“Penghargaan ini adalah milik tim – rekan satu tim, staf, klub, dan para pendukung; tanpa mereka ini tak akan mungkin terjadi.”ujarnya dilansir dari Reuters.
Dia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada pelatihnya, Luis Enrique, manajemen PSG, serta keluarga dan fans yang terus mendukungnya.
Alasan Dembele Singkirkan Yamal
Dalam pemungutan suara, Dembélé mengungguli beberapa kandidat kuat lain, termasuk:
Lamine Yamal dari Barcelona dan Vitinha dari PSG.
Ousmane Dembélé berhasil mengalahkan Lamine Yamal dalam perebutan Ballon d’Or 2025 karena beberapa faktor utama yang membuat performanya dianggap lebih unggul di mata juri.
1. Kontribusi Besar di Liga Champions
* Dembélé menjadi motor serangan PSG dalam perjalanan meraih **trofi Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub**.
* Ia mencetak gol penting di fase gugur dan tampil dominan di final, sesuatu yang sangat memengaruhi penilaian karena Liga Champions dianggap kompetisi paling prestisius di level klub.
* Sementara itu, Yamal tampil brilian di La Liga bersama Barcelona, tetapi timnya gagal melaju jauh di Eropa.
2. Statistik Individual Spektakuler
* Dembélé menutup musim dengan 37 gol dan 15 assist di semua kompetisi.
* Catatan ini melampaui produktivitas Yamal, meski Yamal dianggap lebih muda dan potensial.
* Panel juri Ballon d’Or biasanya menimbang kombinasi kontribusi gol, assist, dan pengaruh dalam laga-laga besar, di mana Dembélé lebih konsisten.
3. Peran Sentral di Klub
* Dembélé menjadi pemain kunci PSG musim lalu, bahkan lebih menonjol dibanding rekan setimnya Vitinha yang juga masuk nominasi tiga besar.
* Yamal meski bersinar, masih berbagi sorotan dengan pemain-pemain senior Barcelona, sehingga kontribusinya dianggap belum dominan dalam keberhasilan tim di level Eropa.
4. Narasi Comeback
* Karier Dembélé sebelumnya kerap diwarnai cedera dan dianggap tidak konsisten. Namun musim 2024/2025 menjadi titik balik luar biasa.
* Cerita comeback ini memberi nilai tambah di mata juri, karena Ballon d’Or tidak hanya menilai statistik, tetapi juga pengaruh emosional dan cerita perjalanan pemain.
5. Prestasi Kolektif vs Individual
– Yamal memang menunjukkan bakat luar biasa dan masa depan cerah, namun Ballon d’Or biasanya lebih berpihak kepada pemain yang berhasil menggabungkan prestasi individu dan tim.
– Dengan PSG meraih treble (Ligue 1, piala domestik, dan Liga Champions), Dembélé jelas lebih unggul dalam prestasi kolektif dibanding Yamal.
Pemain Prancis ke-6 Rebut Ballon d’Or
Dembélé menjadi pemain Prancis keenam yang memenangkan Ballon d’Or, setelah nama-nama besar seperti Michel Platini, Zinedine Zidane, Karim Benzema, dan lainnya.
Penghargaan ini sekaligus mempertegas musim istimewa PSG, yang tidak hanya meraih Liga Champions, tetapi juga gelar-gelar domestik sehingga musim mereka bisa disebut sangat komplet. (Redaksi)

