Program Anak Wajib TK Digalakkan, Ini Kata Kadis Pendidikan Sulsel
DECIMALNEWS.com – Wajib belajar 13 tahun yang digalakkan Pemerintah menjadi bahan perbincangan, pasalnya dalam program tersebut, anak-anak diwajibkan untuk memulai pendidikan dari tingkat Taman kanak-kanak bahkan PAUD.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Selatan (Sulsel), Iqbal Nadjamuddin menyampaikan, seluruh anak yang ada di Sulsel wajib belajar 13 tahun. Program ini adalah program pemerintah pusat yang belajar kini mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) sederajat.
“Kan wajib belajar 13 tahun ini kan, TK 1 tahun, SD 6 tahun, 3 tahun di SMP dan 3 tahun di SMA. Artinya ini program semua usia pendidikan itu wajib bersekolah, intinya ini adalah program pemerataan pendidikan, dan peningkatan kualitas pendidikan,” jelas Iqbal, Minggu, 27 Oktober 2025.
Program ini kata dia, agar anak-anak yang tidak sekolah bisa bersekolah, dan ini adalah tanggung jawab negara untuk mempersiapkan caranya. Iqbal menyampaikan, Pemprov serta Pemkab-Pemkot perlu bersinergi.
“Ini kan terbagi kewenangan, kan provinsi itu menangani semua SMA sederajat, pemerintah menangani PAUD SD dan SMP. Jadi ini memang harus ada koordinasi yang harus dilakukan, karena untuk menjamin 13 tahun ini kan harus dimulai dari TK,” ungkapnya.
Lebih jauh Iqbal tak menampik, tantangan program ini tentu adalah partisipasi anak-anak di Sulsel yang masih minim. Sehingga dengan program ini, kedepannya para orang tua sudah bisa memahami.
Sebelumnya Program Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai sejak jenjang Taman Kanak-kanak (TK) resmi diterapkan mulai tahun ajaran 2025/2026 oleh Mendikdasmen. Program ini bertujuan membentuk kebiasaan belajar anak secara berkelanjutan sejak usia dini.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah fondasi awal pendidikan. Menurutnya, anak yang memiliki pengalaman di PAUD memiliki keberlanjutan belajar (learning sustainability).
“Banyak penelitian menunjukkan bahwa mereka yang punya pengalaman pendidikan di tingkat PAUD itu memiliki learning sustainability yang lebih baik dibanding mereka yang tidak punya pengalaman di pendidikan TK,” ujar Abdul Mu’ti dilansir dari Detik.com, 27 Juli 2025 lalu.
Karena itu, Abdul Mu’ti menyebut wajib belajar 13 tahun akan dimulai dari TK. Anak-anak akan diajarkan bermain-bernyanyi dan bergembira, termasuk mengenalkan dasar-dasar STEM (Science, Technology, Engineering, dan Math).
“Tapi tentu semuanya dengan permainan, dengan bermain karena hakikat dari belajar di TK adalah bermain. Kita sekarang sedang ada gerakan namanya ‘science yang murah, mudah dan menyenangkan’,” imbuhnya.
Mu’ti menuturkan 10 tahun lagi, ketika Indonesia merayakan Indonesia Emas, generasi emas adalah mereka yang sekarang ini belajar di bangku TK, SD, SMP dan SMA.
“Karena itu, kalau kita ingin membangun Indonesia Emas 2045, kita perkuat pendidikan dasar dan kami sesuai dengan amanah Bapak Presiden, sesuai dengan Asta Cita yang keempat, berusaha untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, generasi Indonesia yang kuat untuk Indonesia yang bermartabat,” jelas dia. (Redaksi)

