Pria Tanpa Helm yang Ngamuk ke Polisi di Maros Diamankan, Terancam Kena Pasal
DECIMALNEWS.com – Dinilai tidak koperatif bahkan melawan saat ditegur oknum Polisi di Maros, pria berinisial YF (40) diamankan Satreskrim Polres Maros, Rabu (19/11/2025).
YF ditahan untuk pemeriksaan, usai Brigpol Nur Musyafir, anggota Satlantas Polres Maros, melaporkan adanya tindakan dorongan dari pengendara tersebut saat dilakukan penindakan pelanggaran lalu lintas.
Insiden terjadi tepatnya di depan SMPN 1 Maros. Saat itu, petugas tengah mengatur arus lalu lintas pagi hari dan melihat YF mengendarai sepeda motor bersama istrinya tanpa helm serta tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan.
Ketika dihentikan, YF disebut bersikap tidak kooperatif dan kemudian mendorong petugas satu kali, sehingga memicu keributan di lokasi. Kejadian tersebut menjadi dasar laporan dan penanganan lebih lanjut oleh penyidik Satreskrim.
Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Ridwan membenarkan adanya proses penyelidikan yang tengah berjalan.
“Betul, kami telah melakukan pemeriksaan terkait dugaan perlawanan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas. Penyidik masih bekerja mendalami kasus ini, dan seluruh proses dilakukan secara profesional sesuai ketentuan hukum,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).
Diketahui aksi koboi YF itu juga sempat viral di media sosial. Terlihat YF memang tak menggunakan helm saat berkendara di Jalan Ratulangi, tepatnya didepan SMPN 1 Maros.
Tuduhan yang diajukan Polisi memang bukan tanpa alasan. YF dalam rekaman video itu memang dengan dada terbusung, terlihat marah dan mengancam melakukan kekerasan pada petugas Kepolisian.
Penyidik kini masih mengumpulkan keterangan tambahan untuk melengkapi konstruksi peristiwa sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.
Perkara ini disangkakan dengan Pasal 212 KUHP, yang memuat ancaman pidana 1 tahun 4 bulan penjara atau denda sesuai ketentuan.
Sementara itu Kasubsi Penmas SiHumas Polres Maros, Ipda, A. Marwan P. Afriady dilansir dari pemberitaan media, turut menanggapi insiden tersebut.
Ia menyebut kejadian ini menjadi perhatian serius, terutama di tengah pelaksanaan Operasi Zebra Pallawa 2025 yang menekankan edukasi dan keselamatan masyarakat.
“Kami sangat menyayangkan tindakan pengendara itu. Di masa Operasi Zebra, seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis dan imbauan. Tapi ketika diberikan teguran demi keselamatannya sendiri, yang bersangkutan justru bereaksi agresif,” ucap Marwan dilansir dari Heraldsulsel.
Ia mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan dasar keselamatan, terutama penggunaan helm. Operasi Zebra tahun ini fokus pada keselamatan. (**)

