Cakin Pemberantasan Narkoba 2025, BNN Provinsi Sulsel Sigap Menindak, Giat Mencegah

Cakin Pemberantasan Narkoba 2025, BNN Provinsi Sulsel Sigap Menindak, Giat Mencegah

DECIMALNEWS.com – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Wilayah Sulawesi Selatan Kombes Pol. Ardiansyah S.I.K., M.H menilai Sulsel hingga penghujung tahun 2025 ini memang masih rawan menjadi target peredaran Narkoba.

Hal itu diungkap dalam press rilis Capaian Kinerja Akhir Tahun, BNN Wilayah Sulawesi Selatan, di Kantornya di Makassar, Selasa (30/12/2025).

Ardiansyah tak menampik Sulsel sendiri memiliki wilayah yang luas mencakup 3 Kota dan 21 Kabupaten dengan sejumlah pintu masuk berupa Bandar Udara dan Pelabuhan.

Hal ini menjadikan Provinsi Sulsel menjadi sangat terbuka untuk terjadinya kejahatan baik yang konvensional maupun transnasional crime. Belum lagi, Sulsel berbatasan dengan banyak perairan dalam hal ini, banyak pelabuhan tikus atau tidak resmi yang dijadikan tempat masuk narkotika.

“Maka dapat diprediksi saat ini dan waktu kedepan, Provinsi Sulsel masih akan tetap menjadi tujuan dan tempat penyelundupan dan peredaran gelap Narkotika,” ujarnya.

Atas fakta itu lanjut Ardiansyah, tahun ini berdasarkan catatan Indonesia Drugs Report 2025 BNN, Provinsi Sulsel masih menjadi Provinsi urutan ke-5 Provinsi dengan angka tersangka penyalahgunaan Narkotika sebanyak 3.641 tersangka.

Langkah Pemberantasan dan Penindakan

Tahun 2025 ini sebagai salah satu lembaga yang dipercaya publik dan konstitusi, BNN Provinsi Sulsel kata Ardiansyah hendak menyampaikan secara terbuka, bahwa, kendatipun fakta bahwa Sulsel masih menjadi tujuan transaksi gelap peredaran Narkoba. Namun, BNN Sulsel terus berupaya untuk melakukan pencegahan dan penindakan.

Ardiansyah mengatakan, dalam rilis capaian kinerja 2025 ini ada tiga hal yang disampaikan. Pertama terkait pemberantasan, kedua tentang Pemberdayaan dan ke-tiga tentang rehabilitasi.

Dalam Bidang Pemberantasan kinerja Januari hingga Desember 2025, catatan yang ada dalam kasus Narkotika cukup menarik dimana dari 70 orang yang ditindak, 12 diantaranya adalah perempuan dan 58 lainnya adalah laki-laki.

Dimana 38 perkara sudah P21 atau pelimpahan ke Pengadilan dan 37 Berkas dalam tahap sidik.

Lebih lanjut, terkait barang bukti BNN Provinsi Sulsel juga mencatat ada sejumlah barang haram yang disita dari penindakan.

Diantaranya 3.147,2 gram sabu-sabu, 17.509,33 gram ganja, 38.03 butir Ekstasi dan 222,45 gram tembakau sintetis.

Asesmen Terpadu

Sebagai bagian dari hak masyarakat yang terpapar narkotika, BNN Provinsi Sulsel juga telah melaksakan sejumlah tindakan asesmen terhadap 1.595 orang tersangka.

Masing-masing 1.356 orang di lembaga rehabilitasi BNNP Sulsel, kemudian 231 orang Rahabilitasi Lapas/Rutan dan 9 orang dalam proses hukum.

Sosialisasi, Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat

Lebih lanjut, mengenai efektifnya edukasi anti narkoba melalui sosialisasi dan penyuluhan, BNNP Sulsel juga telah melakukan hal itu.

Bahkan tahun ini mencapai 579 kegiatan sosialisasi dan penyuluhan.

“Telah dilaksanakan sebanyak 579 kegiatan dengan jangkauan 107.118 orang melalui, tatap Muka dengan 58.396 orang (meliputi lingkungan pemerintah, swasta, masyarakat, dan pendidikan), melalui Talk Show menjangkau 242 orang, melalui media Luar Ruang menjangkau 15.500 orang, Kampanye/HANI 736 orang, Insert Konten: 22.718 orang dan Placement Radio Lokal menjangkau 3.250 orang, dan media TV 500 orang ujarnya.

Sementara dari pemberdayaan masyarakat, BNNP Sulsel juga telah berhasil menggalang hingga terbentuk 7.478 penggiat Anti Narkoba dari 4 lingkungan, baik lingkungan pemerintahan, Swasta, Masyarakat umum dan lingkup pendidikan.

Selain itu kesuksesan sosialisasi juga didukung dengan banyaknya upaya deteksi dini yang berhasil digalakkan melalui tes urin, utamanya di instansi pemerintahan, swasta dan pendidikan yang menjangkau 6.221 orang.

Hasilnya pun dapat dilihat, dimana hasil tes urine itu mendeteksi 56 laki-laki positif menggunakan narkoba, dan 2 orang perempuan.

Tak hanya itu, program intervensi sosial dengan membentuk program pemberdayaan di wilayah rawan seperti di Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo juga telah dilakukan.

Pemberdayaan dengan memberi pelatihan juga telah digelar. Berupa pelatihan service handphone.

“Dari kegiatan ini kami juga telah membekali mereka dengan bantuan alat service HP, tidak lain sebagai modal untuk mebuka usaha mandiri,” ungkapnya. (Redaksi)

 

Bagikan artkel ini: