Musda Golkar Sulsel Belum Terjadwal, Suara Belum Bulat: Manuver Elite dan DPP Jadi Penentu
DECIMALNEWS.com – Belum adanya kepastian Jadwal Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar) Sulawesi Selatan memunculkan opini bahwa peta kekuatan internal belum mengarah ke satu atau dua kandidat kuat.
Pengamat politik Universitas Bosowa, Arief Wicaksono, menyebut dinamika tersebut dipengaruhi oleh peran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) serta manuver internal kader di daerah, sehingga arah dukungan masih sangat mungkin berubah hingga forum Musda resmi digelar.
“Menurut saya penyelenggaraan Musda itu tergantung dua pihak. Maksudnya dari DPP juga dan dari DPD I Golkar Sulsel sendiri,” ujarnya, Kamis (26/3/2026) dinukil dari Rakyat Sulsel.
Arief menjelaskan, meskipun hanya empat nama yang mengemuka sebagai calon publik sebenarnya sudah dapat membaca siapa figur yang paling siap memimpin Golkar Sulsel ke depan.
Lebih lanjut, ia menyoroti karakter Partai Golkar sebagai partai yang matang dan tidak dimiliki oleh satu figur tertentu. Kondisi ini, menurutnya, justru membuka ruang manuver yang luas bagi para kader.
“Golkar itu partai tua dan matang. Tapi yang paling penting, Golkar itu tidak ada pemiliknya. Artinya semua kader merasa punya hak untuk bermain dan bermanuver,” jelasnya.
Hal ini berdampak pada tingkat kepatuhan terhadap DPP yang tidak selalu berjalan dalam satu komando. “Jadi kepatuhan terhadap DPP itu tidak seperti partai lain yang satu komando. Di Golkar tidak seperti itu,” tambahnya.
Menurut Arief, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab molornya pelaksanaan Musda. Karena masing-masing kader dan kelompok kepentingan memainkan strategi untuk menguatkan posisi calon yang didukung.
“Semua kader memainkan manuver sesuai kepentingannya terhadap calon yang didukung. Itu yang membuat prosesnya bisa molor,” ungkapnya.
Arief menilai perubahan dukungan masih sangat terbuka. Namun secara objektif, ia melihat Munafri Arifuddin saat ini menjadi figur yang paling siap, terutama dari sisi konsolidasi internal.
“Yang paling maksimal konsolidasi selama ini yang terdengar baru Pak Munafri. Jadi secara objektif, kita melihat beliau yang paling siap,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa dinamika di tingkat DPP juga akan sangat menentukan arah dukungan akhir. Manuver elite partai di pusat disebut masih berpotensi mengubah peta kekuatan menjelang Musda.
“Dari DPP juga ada gerakan-gerakan dan manuver elite politik di sana,” tutupnya. (Red)

