Unhas Perkuat Transformasi Digital, Prof JJ Bentuk Lembaga AI dan Global Research Institute
DECIMALNEWS.com – Universitas Hasanuddin (Unhas) mengambil langkah strategis untuk mempercepat transformasi menuju perguruan tinggi berkelas dunia dengan membentuk Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) serta sejumlah Global Research Institute.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menjelaskan bahwa pembentukan lembaga baru tersebut bukan sekadar penambahan struktur organisasi. Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkuat daya saing universitas di tengah perkembangan teknologi dan meningkatnya kompetisi global.
Prof. Jamaluddin, yang akrab disapa Prof. JJ, mengatakan Unhas menargetkan diri menjadi salah satu pusat data (data center) terbesar di kawasan Indonesia Timur. Untuk mencapai target tersebut, teknologi kecerdasan artifisial akan diterapkan secara bertahap dalam berbagai aspek pengelolaan kampus, mulai dari administrasi hingga pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Ia menilai perkembangan AI merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Karena itu, perguruan tinggi harus menjadi institusi yang berada di garis depan dalam mengadopsi, mengembangkan, dan memanfaatkan teknologi tersebut untuk mendukung pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Penguatan literasi AI bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa juga menjadi salah satu prioritas Unhas.
“AI bukan lagi pilihan, tetapi sebuah keniscayaan. Universitas harus menjadi yang terdepan dalam mengadopsi sekaligus mengembangkan teknologi ini. Kalau takut berubah, kita akan tertinggal,” ungkap Prof JJ dikutip Rabu (8/8/2026).
Selain fokus pada digitalisasi, Unhas juga membentuk sejumlah Global Research Institute yang akan menjadi wadah kolaborasi riset internasional. Beberapa institut tersebut akan mengembangkan kajian strategis, di antaranya Wallacea Research Institute, Global Peace, Transformation and Conflict Resolution, serta Asian-China Center of Excellence.
Menurut Prof. JJ, keberadaan lembaga-lembaga tersebut diharapkan mampu memperluas jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga riset dunia. Selain meningkatkan kualitas penelitian, institut tersebut juga diharapkan membuka akses terhadap pendanaan riset internasional sehingga pengembangan inovasi tidak hanya bergantung pada anggaran internal universitas.
Ia menambahkan bahwa restrukturisasi organisasi yang dilakukan merupakan bagian dari upaya mempercepat pencapaian target Unhas sebagai universitas berdaya saing global. Dengan dukungan transformasi digital, penguatan riset, serta kolaborasi internasional, Unhas optimistis dapat meningkatkan kualitas layanan akademik sekaligus memperkokoh posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di Indonesia. (Redaksi)

