Nurmala Arfah Sebut Halal Bi Halal Budaya Indonesia yang Menunjukkan Karakter Bangsa

Nurmala Arfah Sebut Halal Bi Halal Budaya Indonesia yang Menunjukkan Karakter Bangsa

Decimalnews.com – Konon, halal bi halal itu hanya ada di Indonesia. Konon juga, halal bi halal itu ada sejak zaman kerajaan Mangkunegara I dengan tokohnya Pangeran Sambernyawa atau dikenal dengan Raden Mas Said (sunan kalijaga) tahun 1725 masehi. Hingga kini halal bi halal selalu dilaksanakan memanfaatkan momentum lebaran idul Fitri. Seperti halnya hari ini, selasa (17/4) PT Decimal Education Center mengadakan Halal Bi Halal secara virtual dimana hadir Direktur Utama Nurmala Arfah didampingi jajaran direksi.

PT DEC mengadakan Halal bi halal secara virtual dengan peserta seluruh karyawan Kantor Pusat dan Cabang. Dalam sambutannya Nurmala Arfah menyampaikan bahwa Halal bi halal merupakan budaya di Indonesia, yang dilaksanakan pada Bulan syawal selepas Bulan Ramadhan sebagai tindakan pamungkas dari ibadah puasa selama sebulan penuh. Budaya saling memaafkan antara satu dengan yang lain, merupakan upaya penyucian diri di antara sesama manusia.

“Setelah sebulan penuh kita memohon ampunan secara vertikal ke atas, maka kita ikuti saling memaafkan secara horizontal ke samping. Jadi totalitas, keatas dan kesamping.” Kata Direktur Utama PT Decimal Education Center Nurmala Arfah kepada decimalnews.com selepas halal bi halal secara virtual dengan seluruh karyawan/karyawati PT DEC.

Secara terpisah, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Halal bihalal berasal dari bahasa Arab “halal” yang artinya melepas. Halal memiliki makna saling melegakan atau melepaskan. Lawannya adalah haram yang berarti tertutup.

“Halal bi halal adalah budaya Islam di Indonesia yang menjadi tradisi setiap tahunnya saat hari raya Idul Fitri tiba. Meskipun demikian, tradisi halal bi halal ini sudah menjadi tradisi internasional. Di mana ada kedutaan-kedutaan Indonesia di situ menjadikan halal bi halal itu sebagai suatu tradisi di kedutaan,” tuturnya.

Dirut DEC Nurmala Arfah bersama Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. DR. KH. Nasaruddin Umar, MA; Kabid Pendidikan & Pelatihan Masjid Istiqlal Dr Farid F Saenong MA; dan Isma Santi Muhammad Direktur Utama PT. TOWER JAYA SAKTI

Halal bi halal selain sebagai media saling memaafkan dalam interaksi umat islam di indonesia, juga merupakan upaya dalam menjunjung tinggi persaudaraan dan persatuan. Hal ini tak terlepas dari karakter umat islam Indonesia.

“Karakter umat islam di Indonesia itu cinta damai, gemar beramah tamah, santun dan senang bermuamalah dengan seluruh masyarakat tanpa memandang suku, agama, dan perbedaan-perbedaan lainnya, sehingga Halal bi halal dapat dilaksanakan dengan riang dan berkelanjutan dari tahun ke tahun”. Kata Nurmala

Lebih lanjut, Nurmala Arfah juga menyampaikan bahwa momen syawal merupakan ‘kick off’ dari aktifitas yang lebih akseleratif ke depan, dikarenakan bekal ibadah ramadhan serta upaya ‘kosong-kosong’ saling memaafkan diantara sesama manusia telah cukup menjadi semangat baru dalam berkinerja lebih baik.

“saya harap teman-teman Decimal ga ada lagi yang mager ya, kita jadikan syawal sebagai momentum terbakarnya semangat berkinerja memunculkan karya terbaik”. pungkas nya menyemangati. (*)

Bagikan artkel ini: