Mengenal Lontara+, Super Aplikasi Layanan Publik Pemkot Makassar
MAKASSAR, Decimalnews.com – Pemerintah Kota Makassar melalui Walikotanya Munafri Arifuddin belum lama ini melaunching sebuah program unggulannya yang dinamakan Lontara+ (Lontara Plus).
Super aplikasi yang disebut akan sangat bermanfaat karena dirancang untuk tiga nilai utama yakni inklusif cepat dan mudah.
Aplikasi ini memang merupakan salah satu program unggulan (flagship) Pemkot Makassar untuk periode 2025–2030.
LONTARA+ atau Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar merupakan platform terpadu yang mengintegrasikan 358 layanan publik dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Makassar.
Sehingga aplikasi ini diharapkan dapat membuat warga Makassar tidak perlu lagi mengunduh setiap aplikasi layanan milik OPD Pemkot Makassar.
Selain itu, saat pengurusan yang acap kali membuat warga mumet lantaran antrean panjang, dengan adanya aplikasi ini, Pak Walikota Munafri berharap dapat mengatasi hal itu.
“Jadi Memotong rantai antrean layanan publik yang selama ini menjadi keluhan warga,” ujar salah seorang tim ahli, Dara Nasution dilansir dari pemberitaan media Makassar, Rabu (30/7/25).
Tidak hanya itu saja, hal yang juga disematkan pada aplikasi ini adalah kemudahan untuk warga saat mengurus.
Jadi prosedur yang biasanya panjang bisa menjadi sederhana.
Beberapa diantaranya seperti pengurusan KTP, KK, atau akta kelahiran. Kini bisa lebih mudah dan cepat.
Munafri menegaskan, Lontara+ menjadi jawaban atas persoalan tumpang tindih aplikasi di berbagai SKPD. Semua layanan, mulai dari informasi publik, pengaduan warga, pajak daerah, hingga akses program pemerintah, akan disatukan dalam satu platform.
“Selama ini SKPD memiliki aplikasi sendiri-sendiri. Lontara+ menyatukannya dalam satu genggaman, dengan fitur yang bisa terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Selain integrasi, Lontara+ diklaim mampu menghadirkan data dan fakta secara real-time, memungkinkan Pemkot mengambil keputusan berbasis informasi terkini.
Tak hanya sekadar teknologi, Pemkot Makassar menargetkan Lontara+ menjadi gerakan sosial untuk meningkatkan kesadaran digital masyarakat.
“Kami tahu mengubah kebiasaan tidak mudah. Tapi kalau tidak mulai, kita tidak akan pernah maju. Setahun ke depan kami fokus pada sosialisasi agar semua warga terbiasa menggunakan aplikasi ini,” kata Appi.
Ia menegaskan Lontara+ masih dalam tahap awal. Penyempurnaan akan terus dilakukan dengan melibatkan masukan dari masyarakat, media, dan mitra kolaborasi lainnya.
“Platform ini sudah fix, tapi kontennya akan berkembang. Jika ada ide atau kebutuhan baru, sampaikan pada kami. Lontara+ harus menjadi aplikasi milik bersama warga Makassar,” tutupnya. (Redaksi)

