Sambut Ramadhan, Yayasan SCI Gelar Tarhib Ramadhan Saatnya Menjadi Pribadi Unggul

Sambut Ramadhan, Yayasan SCI Gelar Tarhib Ramadhan Saatnya Menjadi Pribadi Unggul

Decimalnews.com–Dalam menyambut ramadhan 1445 H. Yayasan Sinergi Cendikia Indonesia (SCI) menggelar Tarhib Ramadhan. Di Hotel Grand Asia Jalan Bulevard Makassar, Minggu 25 Februari 2024.

Acara yang dibuka oleh ketua Yayasan, Dr. Basri Mahmud dengan menyampaikan urgensi penguatan diri dalam memasuki bulan Ramadhan.

Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi, harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Selanjutnya, Ketua Bidang Pembinaan dan Kerohanian Yayasan SCI Ustadz Harun Sohari turut menyemangati peserta untuk lebih fokus mengikuti kegiatan.

“Ketika sebuah pertemuan diperdengarkan ayat-ayat Allah maka ada 4 hal yang dapat dirasakan peserta, yakni ketenangan, dilingkupi rahmat, dinaungi malaikat, dan disebut-sebut Allah dihadapan makhluk nya” Kata Ustadz Harun Sohari.

Peserta dalam kegiatan Tarhib Ramadhan. Di Hotel Grand Asia (25/2/24).
Peserta dalam kegiatan Tarhib Ramadhan, Yayasan Sinergi Cendikia Indonesia (SCI). Di Hotel Grand Asia (25/2/24).

Tarhib Ramadhan dengan tema Ramadhan Saatnya menjadi pribadi Unggul, menghadirkan narasumber Ustadz Satria Hadi Lubis, seorang penceramah sekaligus trainer life skill di bidang pendidikan dan ketahanan keluarga.

Ramadhan Bulan Penuh Berkah Rosulullah SAW menjuluki ramadhan sebagai bulan Berkah. Sehingga siapapun umat beriman yang dapat menikmati ramadhan di katakan sebagai insan yang beruntung.

Oleh karena, jauh hari sebelum nya disunahkan untuk sering-sering berdoa “Allahuma Bariklana fii Rajab wa sya’ban wa balighna ramadhan” Ya Allah berkahilah bulan Rajab dan Bulan sya’ban dan sampaikan (usia) kami di bulan Ramadhan.

Dalam Ramadhan, terdapat satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Yakni lailatul qadr.
Narasumber mengajak peserta untuk membaca Qs. Al Qadr ayat 1-5 yang menjelaskan tentang lailatul qadr.

Menurut Narasumber, kehidupan manusia itu sangat singkat. Dihadapan Allah hanya 1 jam lebih sedikit. Seperti halnya nyamuk, usia hidup nya hanya sekitar 10 sampai 40 hari. Nyamuk jantan hanya 10 hari usianya, sementara nyamuk betina usianya 30-40 hari. Dalam pandangan manusia, usia nyamuk sangat singkat. Namun bagi nyamuk, usia 40hari itu lama sekali.

Sama dengan manusia, dihadapan Allah manusia hanya berusia 1 jam, meski bagi manusia itu 60 tahun.

Oleh karena itu, manusia harus menggunakan waktu nya sebaik mungkin. Karena 60tahun itu juga tidak sepenuhnya digunakan untuk ibadah. Karena dikurangi masa baliq (15 tahun) dan waktu waktu yang digunakan manusia seperti tidur, melamun, main hape dan lain-lain. Sehingga efektif untuk menumpuk pahala sangat singkat sekali.

Hal diatas merupakan perenungan buat manusia, agar waktu singkat tersebut dapat menjadi faktor keberuntungan atau sebaliknya, kesengsaraan.

Narasumber yang juga Dosen Politeknik Keuangan STAN Jakarta ini, juga mengatakan bahwa manusia yang pintar/cerdas adalah yang mampu menghitung-hitung dan membandingkan antara waktu (usia) dengan (potensi) perolehan limpahan pahala dari Nya. (*)

Bagikan artkel ini: