Kemenkeu Satu Parepare Mengokohkan Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya
Decimalnews.com – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2025 Kemenkeu Satu Parepare menyelenggarakan upacara yang diikuti seluruh jajaran Kemenkeu, Senin (2/6) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Parepare.
Peringatan hari lahir pancasila ini menjadi momentum refleksi terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila tidak sekadar dijadikan semboyan, tetapi menjadi panduan hidup dan pijakan dalam setiap langkah pengabdian, baik dalam bekerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Bertindak selaku Pembina Upacara, Helmy Afrul Kepala KPP Pratama memberikan amanatnya dengan membacakan sambutan Menteri Keuangan dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2025 dengan tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila menuju Indonesia Raya”.
Dengan semangat gotong royong, seluruh insan Kementerian Keuangan diajak untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Kementerian Keuangan, sebagai institusi yang terdiri dari lebih dari 76 ribu pegawai yang mewakili beragam latar belakang agama, suku, budaya, dan bahasa, merupakan miniatur dari kebhinekaan Indonesia. Dalam konteks ini, toleransi dan saling menghargai menjadi fondasi yang tidak boleh goyah, terutama di tengah perkembangan era digital yang membawa tantangan tersendiri.
Sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita, Kementerian Keuangan menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai nilai-nilai yang senantiasa dijunjung tinggi dan dijadikan pedoman dalam setiap kebijakan dan langkah strategis.
Sebagai pengelola keuangan negara, Kemenkeu memiliki peran strategis dalam mengelola APBN yang tidak hanya berfungsi sebagai instrumen fiskal, tetapi juga sebagai pengungkit utama harapan rakyat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan menyejahterakan. Pengelolaan aset negara juga diarahkan untuk mendukung penguatan ekonomi nasional.

Kementerian Keuangan diibaratkan sebagai rumah besar bagi generasi penerus bangsa, tempat menanamkan nilai integritas, profesionalisme, dan pengabdian. Oleh karena itu, penting bagi Kemenkeu untuk mampu menjelaskan dengan transparan dan akuntabel mengenai “apa”, “mengapa”, “bagaimana”, dan “untuk siapa” APBN itu disusun, agar rakyat sebagai pemilik kedaulatan dapat memahami dan merasakan manfaatnya.
Lebih dari sekadar menjaga perputaran roda ekonomi, pengelolaan APBN merupakan bagian dari ikhtiar besar bangsa dalam mewujudkan kemakmuran dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dalam konteks kekinian, perhatian terhadap dunia maya juga menjadi aspek penting. Tingginya arus informasi memerlukan peningkatan literasi digital, agar masyarakat dapat memilah informasi secara bijak dan tidak terjebak dalam disinformasi yang mengancam persatuan.
Akhirnya, dengan memohon petunjuk dari Allah SWT, diharapkan Pancasila senantiasa menjadi ideologi pemersatu bangsa yang kokoh, serta menjadi kekuatan yang menyatukan dan memperkuat kita semua dalam membangun Indonesia yang lebih baik.(*)

