Gercep, Walikota Makassar dan Sejumlah Kada Luwu Sikapi Isu Sara “Sweeping Plat DP”

Gercep, Walikota Makassar dan Sejumlah Kada Luwu Sikapi Isu Sara “Sweeping Plat DP”

MAKASSAR, Decimalnews.com – Sejumlah kepala daerah menggelar pertemuan tertutup buntut isu sara yang belakangan viral di media sosial.

Isu itu berkaitan dengan organisasi pemuda daerah yang menyebut dirinya IPMIL.

Di Makassar, di fasilitasi Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, pertemuan itu digelar dengan turut menghadirkan pihak kepolisian resort kota besar Makassar. Serta kepala daerah terkait yakni Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, Penjabat Wali Kota Palopo Firmanza DP, Wakil Bupati Luwu Timur Puspawati Husler, Bupati Luwu Patahudding, bahkan Dandim 1408/Makassar Kolonel Inf Franki Susanto.

“Tujuan utama pertemuan ini adalah mencari solusi damai dan memastikan persoalan yang viral di media sosial dapat diselesaikan bersama-sama,” kata Munafri saat membuka diskusi.

Appi memang merasa potensi konflik ini perlu diredam, sehingga warga tidak terprovokasi sehingga menimbulkan konflik yang tidak semestinya.

Menurutnya pertemuan ini harus clear, semua pihak membantu meredam.

Sementara itu, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menegaskan isu ini sebenarnya berawal dari insiden personal.

Menurutnya, insiden yang terjadi beberapa hari terakhir merupakan kasus penganiayaan personal yang kemudian dipelintir menjadi konflik kelompok.

Arya menambahkan, pihaknya sudah menangani kasus tersebut secara cepat. Beberapa pelaku telah diamankan dan situasi saat sudah terkendali.

“Foto-foto korban yang beredar tidak terkait insiden ini. Itu adalah kejadian lama dari tawuran geng motor. Kami pastikan informasi yang viral adalah hoaks,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, juga membantah kabar soal sweeping dan kekerasan yang dituding dilakukan oleh mahasiswa asal Luwu Raya.

“Kabar adanya ajakan perang, korban bacok, hingga sweeping kendaraan DP adalah tidak benar. Itu hanya dimainkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Andi mengatakan, isu-isu tersebut sempat membuat orang tua dan mahasiswa asal Luwu Raya merasa cemas. Namun setelah diklarifikasi, tidak ada ancaman serius di lapangan.

Sebelumnya viral di media sosial sejumlah oknum tidak dikenal memasang spanduk provokatif yang berisikan ajakan perang pada kelompok organisasi pemuda daerah “IPMIL”.

Hal itu makin diperparah dengan munculnya isu sweeping plat kendaraan bermotor untuk daerah Luwu dan sekitarnya yang biasanya berkode DP.

Beruntung hal ini segera disikapi. Sehingga diharapkan bentrokan dan kerusuhan berkelanjutan (Sara) tidak terjadi. (Redaksi)

 

Bagikan artkel ini: