Pele Asal Palestina Gugur Tertembus Peluru, FIFA Dikritik Beda Dengan Diego Jota
Decimalnews.com – Jagad maya turut meramaikan kabar duka sepak bola dunia usai mantan kapten Timnas Palestina Sulaiman Al Obeid, meregang nyawa dalam insiden kemanusiaan di Zikim.
Pemain yang beberapakali mewakili timnas Palestina itu tewas kala mencari bantuan. Ia kabarkan tertembus peluru.
Sosial media Palestinianmartyrs dalam unggahannya menyuarakan hal ini.
“Martir Palestina Sulaiman Al-Obeid, 42 tahun, kapten tim nasional sepak bola Palestina, bermain untuk beberapa klub di Tepi Barat dan Gaza dan mewakili tim nasional Palestina di berbagai turnamen. Ia gugur hari ini saat mencari bantuan di Zikim akibat tembakan pasukan pendudukan”
Akun itu menggugat dunia sepak bola yang terkesan tidak fair atas kasus dalam dunia sepak bola.
“Diogo Jota, pemain Liverpool, tewas dalam kecelakaan lalu lintas sebulan yang lalu, sehingga semua pertandingan dunia dihentikan karenanya. Adapun Sulaiman, karena ia orang Palestina, darahnya tidak berarti apa-apa di dunia yang tidak adil ini,” unggahnya.
Hal ini lantas menuai beragam komentar sembari beberapa orang memention akun resmi FIFA.
“@FIFA anda harus mengakui pembunuhan Sulaiman Al Obeid, RIP Sulaiman, aku sangat menyesal atas dunia yang tidak adil ini,” tulis sala seorang netizen pada unggahan @Palestinianmartyrs, Kamis (7/8) kemarin.
Diketahui Sulaiman al-Obed disebut sebagai Pele dari Palestina.
Sebagai penyerang dan pemain sayap yang berbakat, al-Obeid menjadi terkenal di awal tahun 2000-an dan tetap menjadi salah satu pemain Palestina yang paling dikagumi selama lebih dari satu dekade.
Ia mencetak gol internasional pertamanya untuk Palestina melawan Yaman dalam Kejuaraan Federasi Sepak Bola Asia Barat 2010. “Selama kariernya yang panjang, Al-Obeid mencetak lebih dari 100 gol, menjadikannya salah satu bintang paling cemerlang dalam sepak bola Palestina,” kata asosiasi sepak bola tersebut.
Ia juga mewakili tim nasional selama kualifikasi Piala Challenge Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) 2012 dan pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014. Al-Obeid memenangkan penghargaan Sepatu Emas Liga Premier Jalur Gaza selama tiga musim berturut-turut pada tahun 2016, 2017, dan 2018. (Redaksi)

