Bak di Film-Film, Begini Aksi Pembobol ATM di Gedung DPRD Makassar

Bak di Film-Film, Begini Aksi Pembobol ATM di Gedung DPRD Makassar

Decimalnews.com – Pihak Kepolisian berhasil mengungkap penjarahan mesin ATM saat ricuh di kawasan Gedung Kantor DPRD Makassar. Empat orang telah ditangkap, dimana mereka adalah orang-orang yang melakukan pembongkaran.

Keempat pelaku dibekuk Unit Jatanras Polrestabes Makassar di rumah masing-masing pada Sabtu, 13 September 2025 dini hari. Masing-masing berinisial As, Bt, Mh, dan Rd.

Polisi masih memburu 16 orang lain yang diduga turut terlibat.

“Yang melakukan pembongkaran ATM di gedung DPRD kota itu sudah ada yang tertangkap 4 orang, total pelaku sekitar 20 orang,” ungkap Arya Perdana, Kapolrestabes Makassar, Minggu, 14 September 2025.

Awalnya pihak Kepolisian memang curiga, dalam aksi unjuk rasa itu para pelaku membongkar dengan menggunakan alat, berupa linggis dan gerinda.

Pendalaman kemudian dilakukan dan mencari kemana uang ratusan juta dalam ATM itu.

Hasilnya pun mengejutkan, diamankannya salah seorang pelaku pembongkaran membuat sejumlah fakta terkuak. Para pelaku ternyata sudah merencanakan untuk mengambil brangkas ATM itu.

Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana menyebut total pelaku berjumlah 20 orang dan sudah direncanakan dan bukan bagian dari massa aksi demonstrasi.

“Total pelaku sekitar 20 orang, mesin ATM berisi uang sekitar Rp320 juta bahkan lebih. Uang tersebut telah habis dibagi-bagi oleh para pelaku,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa mereka bukan bagian dari kelompok demonstran, melainkan datang ke lokasi dengan niat melakukan kejahatan.

“Mereka melakukannya dengan menggunakan gerinda dan linggis. Orang-orang ini sejak awal memang sudah berniat melakukan penjarahan,” tegasnya.

Lebih jauh diketahui pelaku juga dengan sengaja menyembunyikan bukti, mesin ATM diangkut menggunakan mobil pickup dan sempat berpindah-pindah.

Iptu Nasrullah lalu menjelaskan kronologis pelaku membawa kabur mesin ATM. “Kurang lebih ada 20 pelaku penjarahan. Mereka baku panggil-panggil saat di lokasi.

Pelaku pembongkaran yang pertama kali memanggil orang lain dan dimintanya mencari mobil pickup. Dengan iming-iming uang hasil bagi ATM.

“Ditahanlah mobil pick up yang jalan di subuh hari. Diangkat ke situ. Tiga kali ganti mobil. Dua pick up, satu Wuling,” ungkap Nasrullah.

”Mobil pick up pertama yang membawa makanan babi lewat di subuh hari. Kendaraan tersebut langsung diarahkan ke Jalan Hertasning dan berhenti di pertigaan Warkop Azzahra. Di situ mau dibongkar (mesin ATM), tapi tidak bisa. Mereka tahan lagi mobil pembawa sayur dan dibawa sampai ke dekat bundaran Samata dan masuk masuk ke dalam tak jauh dari sebuah kos-kosan pinggir sawah. Dipinjam listrik lalu mesin ATM digurinda. Kurang lebih 4-5 jam baru terbuka,” terang Nasrullah lagi.

Setelah uang ditangan, lebih jauh mereka berniat untuk menghilangkan barang bukti. Strategi lagi-lagi dilancarkan. Dengan uang ditangan, mereka lantas menyewa satu unit mobil jenis Wuling di daerah Toddopuli.

Mobil itu diarahkan ke Jalan Hertasning dekat Coto Paraikatte. Uang isi ATM kemudian dibagi, dengan masing-masing mendapatkan Rp18 juta.

Mesin ATM yang telah dibongkar lalu dibawa dengan menggunakan mobil rental Wuling ke Parangloe, dibuang ke sebuah sungai guna menghilangkan barang bukti.

Nasrullah menyebut, dalam mesin ATM tersebut terdapat empat boks. Masing-masing boks berisi Rp200 juta. Saat dibawa oleh para pelaku yang tersisa dua tengah boks. Sehingga totalnya diperkirakan mencapai Rp500 juta.

Hingga saat ini polisi masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam aksi pencurian ini. Termasuk apakah ada aktor yang mengatur skema pembobolan di balik kerusuhan.

“Kami duga (pelakunya) ada puluhan. Masih dalam pengembangan,” terangnya. (Redaksi)

Bagikan artkel ini: