Jelang Voting Resolusi AS Pengerahan Pasukan Elit International ke Gaza: Negara Muslim Setuju, Israel dan Rusia Menolak

Jelang Voting Resolusi AS Pengerahan Pasukan Elit International ke Gaza: Negara Muslim Setuju, Israel dan Rusia Menolak

DECIMALNEWS.com – Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dijadwalkan akan menggelar voting terkait pembentukan pasukan perdamaian yang diajukan Amerika Serikat untuk Palestina dan Israel, Senin, (17/11/2025).

Resolusi itu memang mengemuka, pasalnya, Dalam versi terbaru naskah yang dilihat AFP itu dinyatakan akan dilakukan pembentukan International Stabilization Force (ISF) atau Pasukan Stabilisasi Internasional.

Pasukan ini akan bekerja bersama Israel, Mesir, serta polisi Palestina terlatih untuk mengamankan wilayah perbatasan dan mendemiliterisasi Jalur Gaza.

ISF juga akan bertugas menonaktifkan senjata kelompok bersenjata non-negara, melindungi warga sipil, dan menjamin koridor bantuan kemanusiaan tetap berfungsi.

Tak hanya itu, dalam resolusi yang diketahui juga diusulkan oleh Donald Trump itu memasukkan opsi untuk memberikan hak pada Palestina untuk menentukan nasib sendiri. Dalam artian Palestina merdeka.

Kendati begitu, Israel secara terang-terangan menolak hal itu.

“Penentangan kami terhadap negara Palestina di wilayah mana pun tidak berubah,” ujar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam rapat kabinet pada Minggu kemarin.

Sementara pemegang hak veto lainnya, Rusia juga dikabarkan menyatakan tidak sepakat. Mereka berkeinginan untuk membuat resolusi tandingan.

Moskwa menilai dokumen buatan AS belum cukup kuat menjamin pembentukan negara Palestina. Dalam naskah Rusia yang dilihat AFP, Moskwa meminta Dewan Keamanan menegaskan kembali komitmennya terhadap solusi dua negara.

Rusia menolak pembentukan Dewan Perdamaian maupun pengerahan pasukan internasional pada tahap ini. Mereka meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyusun “opsi” mengenai isu-isu tersebut.

Amerika Serikat Lobby Sejumlah Negara, Termasuk Indonesia

Atas pro dan kontra itu, rencananya sore nanti, sekira pukul 17.00 WIB keputusan akan dilakukan melalui voting.

Amerika Serikat dikabarkan tengah melakukan lobby pada sejumlah negara Anggota PBB.

Terutama negara-negara Arab dan mayoritas Muslim, termasuk Qatar, Mesir, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Pakistan, Yordania, Turkiye dan juga Indonesia. (Redaksi)

 

 

Bagikan artkel ini: