Kalah Dari Filipina, Timnas Indonesia Hanya Berharap Runner Up Terkbaik di SEA Games
DECIMALNEWS.com – Laga perdana Tim Nasional Indonesia U-22 di SEA Games 2025 diluar dugaan malah menerima kekalahan dari Filipina. Dengan itu Timnas Indonesia hanya bisa mengejar posisi Runner Up terbaik untuk lolos ke babak selanjutnya.
Skor tipis 1-0 menutup laga itu dan mengantar Filipina sebagai juara Grup C dengan 6 Poin, sementara Indonesia belum mendapat poin sama sekali, begitu juga Myanmar.
Hal ini menjadi catatan penting, karena lagi-lagi Indonesia harus berada pada posisi kritis.
Indra Sjafri yang sebelumnya menukangi Indonesia di Piala Dunia U-17 penting merebut kemenangan kontra Myanmar.
Timnas Indonesia U-22 akan menghadapi Myanmar pada laga terakhir grup pada 12 Desember mendatang. Kemenangan dengan skor besar wajib diamankan untuk membuka peluang melangkah ke babak semifinal SEA Games 2025.
Klasemen Grup C SEA Games 2025
1. Filipina 6
2. Indonesia 0
3. Myanmar 0
Jalannya Pertandingan
Turun dengan skuat terbaik, Trio lini serang Dony Tri Pamungkas, Mauro Zijlstra, dan Rafael Struick sejak awal laga memang sudah mencoba membongkar pertahanan The Azkals Muda.
Peluang emas pertama hadir ketika Rayhan Hannan mengirimkan umpan terukur, namun sayangnya bola meluncur sedikit di luar jangkauan Struick.
Disusul kemudian umpan silang berbahaya dari sisi kiri oleh Dony Tri, yang langsung dibuang jauh dengan sundulan oleh bek Filipina, yang tak mau ambil risiko sedikit pun.
Filipina yang diuntungkan oleh skema pertahanan rapat ini justru sempat mengejutkan di menit ke-22.
Beruntung bagi Indonesia, penjaga gawang Cahya Supriyadi tampil sigap, berhasil menyambar bola dengan cepat dan membuangnya sebelum dijangkau penyerang lawan.
Memasuki pertengahan babak, tekanan Indonesia semakin menjadi-jadi.
Kapten tim, Muhammad Ferarri, maju ke depan dan melepaskan tembakan jarak jauh keras dari luar kotak penalti pada menit ke-28.
Bola meluncur deras dan memaksa kiper Filipina, Guimaraes Nicholas, berjibaku menjatuhkan diri, men-tip bola keluar lapangan untuk penyelamatan krusial.
Indonesia terus mengepung, namun setiap upaya selalu mentah.
Tembakan placing melengkung dari luar kotak penalti yang dilepaskan Rivaldo Pakpahan belum juga menemui sasaran.
Dalam 10 menit terakhir, Filipina benar-benar menutup semua akses ke kotak penalti mereka, membuat Ivar Jenner dan kawan-kawan frustrasi mencari celah.
Skor kacamata 0-0 menjadi hasil akhir babak pertama yang sangat sengit ini, menandakan bahwa upaya back to back emas Indonesia akan membutuhkan kerja keras ekstra.
Tendangan Pakpahan dari luar kotak penalti juga masih melambung dari atas mistar gawang.
Petaka Datang di Menit Akhir Menit 45+1 melalu9 Otu Banatao.
Saat Indonesia terus berusaha menembus tembok pertahanan Filipina, kejutan pahit justru datang di penghujung babak. Memanfaatkan lemparan ke dalam yang langsung diarahkan ke kotak penalti, terjadi kemelut di depan gawang Cahya Supriyadi.
Dalam situasi chaos tersebut, penyerang Filipina bernomor punggung 17 itu, berhasil memenangkan duel udara dan dengan tandukan kepalanya, ia merobek jala gawang Indonesia!
Skor 0-1 menjadi hasil akhir yang mengejutkan di babak pertama ini. Garuda Muda harus segera berbenah untuk membalikkan keadaan di babak kedua demi menjaga asa back to back medali emas.
Babak ke II
Menyadari bahaya di klasemen, pelatih Indonesia langsung mengambil langkah taktis di awal babak kedua dengan melakukan dua pergantian pemain.
Robi Darwis dan Arjuna dimasukkan untuk menambah daya dobrak dan kreativitas. Dampaknya langsung terasa.
Pada menit ke-51, Arjuna langsung mendapatkan peluang emas yang nyaris mengubah papan skor. Ia berdiri bebas dan tinggal berhadapan dengan penjaga gawang Filipina, namun sayangnya, tendangan pemain Bali United ini terlalu melambung tinggi di atas mistar gawang, sebuah peluang yang terbuang sia-sia akibat emosi yang terlalu menggebu.
Lima menit berselang, Indonesia kembali mengancam melalui situasi bola mati.
Tendangan bebas yang didapat di muka garis 16 dieksekusi oleh Rafael Struick, namun upayanya masih belum menemui sasaran karena bola melayang di atas mistar.
Tekanan Indonesia tak berhenti. Di menit ke-59, Struick kembali memiliki peluang terbuka, tetapi tendangannya kali ini menyamping tipis dari gawang Guimaraes Nicholas.
Seiring waktu berjalan, frustrasi mulai terlihat. Tendangan spekulasi jarak jauh Ivar Jenner di menit ke-69 berhasil diamankan dengan mudah oleh kiper Filipina.
Hingga menit ke-75, Filipina mempertahankan formasi pertahanan yang sangat ketat dan disiplin, membuat Indonesia kesulitan menciptakan ruang tembak di kotak penalti.
Serangan Balik Berbahaya Filipina, yang mengandalkan serangan balik cepat, terbukti berbahaya saat Indonesia membuat kesalahan. Di menit ke-76, Muhammad Ferarri terpaksa melakukan pelanggaran untuk menghentikan pergerakan pemain Filipina, menghasilkan tendangan bebas bagi The Azkals Muda.
Beruntung, situasi ini tidak menghasilkan peluang yang membahayakan gawang Cahya Supriyadi. Indonesia terus mengurung, namun hingga wasit meniup peluit akhir, mereka belum mampu menemukan celah untuk mencetak gol balasan.

