Pemain Tendangan Kungfu Putra Jaya Kena Sanksi Larangan Main Bola Seumur Hidup

Pemain Tendangan Kungfu Putra Jaya Kena Sanksi Larangan Main Bola Seumur Hidup

DECIMALNEWS.com – Muhammad Hilmi Gimnastiar, pemain klub Putra Jaya Pasuruan, resmi mendapat larangan beraktivitas di dunia sepak bola sepanjang hidupnya setelah terbukti melakukan tindakan kekerasan serius dalam sebuah pertandingan Liga 4 Jawa Timur musim ini, Rabu (7/1/2026).

Insiden itu terjadi pada laga babak 32 besar Grup CC antara Putra Jaya Pasuruan dan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, pada Senin (5/1/2026). Saat pertandingan berlangsung, Hilmi didapati melakukan tendangan kungfu ke arah dada pemain lawan, Firman Nugraha Ardhiansyah, yang membuatnya terluka parah.

Komite Disiplin (Komdis) PSSI Asprov Jawa Timur mengambil tindakan tegas setelah melakukan kajian menyeluruh terhadap kasus ini. Mereka menyatakan Hilmi melakukan pelanggaran berat terhadap beberapa pasal dalam Kode Disiplin PSSI, termasuk tindakan kekerasan yang mencederai keselamatan lawan di lapangan.

“Komite Disiplin (Komdis) PSSI Provinsi Jawa Timur menjatuhkan hukuman berat berupa larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup kepada pemain Klub Putra Jaya Pasuruan, Muh. Hilmi Gimnastiar (NPG 23),” bunyi rilis PSSI Jawa Timur.

Selain larangan seumur hidup, Hilmi juga dikenai denda Rp2,5 juta yang harus dibayarkan sesuai ketentuan dalam aturan disiplin federasi.

Bagaimana tidak berdasarkan pendalaman Komdis PSSI Muhammad Hilmi terbukti melakukan tindakan kekerasan berupa tendangan ke dada yang berakibat Firman Nugraha mengalami luka parah.

“Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka parah pada bagian dada dan dinilai berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang,” bunyi putusan Komdis.

“Komite Disiplin menilai perbuatan tersebut sebagai pelanggaran berat yang dikualifikasikan sebagai violent conduct sebagaimana diatur dalam Pasal 48 juncto Pasal 49 Kode Disiplin PSSI.”

“Selain itu, tindakan tersebut juga melanggar Pasal 10 dan Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025.

Keputusan ini dibuat bukan hanya sebagai hukuman terhadap Hilmi, tetapi juga sebagai peringatan keras kepada seluruh pemain sepak bola agar menjunjung tinggi sportivitas dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan sesama atlet.

Sebelumnya, klub Putra Jaya Pasuruan sendiri telah lebih dulu mengakhiri kontrak Hilmi setelah video aksi brutalnya tersebar luas di media sosial dan mendapat kecaman dari publik. (Redaksi)

Bagikan artkel ini: