Dinas Perkebunan Sulbar Matangkan Penyaluran Bibit Kakao ABT 2026 di Mamuju

Dinas Perkebunan Sulbar Matangkan Penyaluran Bibit Kakao ABT 2026 di Mamuju

MAMUJU, DECIMALNEWS.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Perkebunan terus mematangkan persiapan penyaluran bibit kakao dalam program Alokasi Biaya Tambahan (ABT) Tahun Anggaran 2026. Hal ini ditandai dengan kegiatan koordinasi antara Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat dan Dinas Perkebunan Kabupaten Mamuju pada Selasa (12/1/2026) kemarin.

Kepala Dinas Perkebunan Sulawesi Barat, Muh. Faizhal Thamrin memimpin langsung koordinasi tersebut sebagai langkah awal memastikan kesiapan daerah penerima bantuan. Fokus pembahasan meliputi kesiapan lahan tanam, validasi calon petani penerima manfaat, serta pemenuhan aspek teknis dan administrasi agar penyaluran bibit kakao dapat berjalan tepat sasaran.

Faizhal menegaskan bahwa komoditas kakao merupakan salah satu sektor strategis perkebunan di Sulawesi Barat yang memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat, khususnya di Kabupaten Mamuju. Oleh karena itu, program ABT 2026 diarahkan untuk mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas kakao petani.

“Kegiatan koordinasi ini penting agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan dan benar-benar memberi dampak bagi petani. Kakao adalah komoditas unggulan yang harus terus kita dorong pengembangannya,” ujar Faizhal, dikutip Selasa, (13/1/2026)

Ia juga menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka dan Salim S. Mengga, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perkebunan.

Sementara itu, Dinas Perkebunan Kabupaten Mamuju menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung pelaksanaan penyaluran bibit kakao tersebut. Pemerintah kabupaten berkomitmen melakukan pendampingan kepada petani agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi kunci keberhasilan program ini. Kami berharap penyaluran bibit kakao melalui ABT 2026 mampu meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat sektor perkebunan di Mamuju,” tutup Faizhal. (Rls)

Bagikan artkel ini: