Pelita Air Desa: Solusi Mahasiswa KKN Unhas Hadapi Banjir Musiman di Teteaji

Pelita Air Desa: Solusi Mahasiswa KKN Unhas Hadapi Banjir  Musiman di Teteaji

DECIMALNEWS.com – Masalah air keruh akibat banjir musiman yang kerap merendam Desa Teteaji selama berminggu-minggu memicu lahirnya sebuah inisiatif bermanfaat. Pada 17 Januari 2026, mahasiswa KKN, Muthiah Naurah Arafah, melaksanakan program kerja individu bertajuk “Pelita Air Desa: Pelatihan Pembuatan Filter Air untuk Kebutuhan Air Bersih Desa Teteaji”.

Bertempat di salah satu rumah warga Dusun Turungang, program ini menyasar para kepala rumah tangga sebagai garda terdepan penyedia fasilitas sanitasi keluarga.

Dusun Turungang dipilih menjadi lokasi utama karena merupakan wilayah yang paling terdampak saat debit air Danau Sidenreng meningkat. Kondisi air sumur warga yang menjadi keruh pasca-banjir seringkali bertahan hingga satu bulan, sehingga inovasi filter air sederhana menjadi kebutuhan mendesak.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ibu Ketua Tim Penggerak PKK yang mewakili Kepala Desa Teteaji. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan warga dalam mencari solusi konkret bagi masalah desa.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran adik-adik KKN. Harapan kami, program ini berjalan lancar dan ilmu yang dibagikan benar-benar bisa langsung dipraktikkan oleh warga,” ujar Ibu Ketua TP PKK Desa Teteaji dalam sambutannya.

Alur kegiatan dimulai dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal warga, diikuti dengan pemaparan materi mengenai dampak kesehatan air kotor, pengenalan bahan filtrasi, hingga demonstrasi dam uji coba alat secara langsung.

Antusiasme warga terlihat saat sesi uji coba alat, di mana air yang awalnya keruh perlahan berubah menjadi jauh lebih jernih setelah melewati lapisan filter. Bagi mahasiswa pelaksana, kegiatan ini menjadi wadah pengembangan diri yang signifikan di luar bidang akademik murni.

“Program ini memberikan manfaat berupa peningkatan pengetahuan, tidak hanya bagi masyarakat tetapi juga bagi saya yang berlatar belakang statistika. Saya belajar bagaimana mengomunikasikan data dan teknis lapangan menjadi sesuatu yang aplikatif bagi warga,” ungkap mahasiswa pelaksana program.

Kegiatan diakhiri dengan post-test dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman yang drastis. Berdasarkan feedback yang diterima, banyak warga Dusun Turungang yang berencana mengimplementasikan sistem filtrasi ini pada sumur bor mereka guna menghadapi musim banjir yang akan datang. Dengan adanya “Pelita Air Desa”, diharapkan kemandirian warga dalam mengelola sanitasi air bersih dapat terus terjaga secara berkelanjutan. (Redaksi)

Bagikan artkel ini: