Efek MBG! Survei Indikator Ungkap Kepuasan Publik ke Presiden Prabowo
DECIMALNEWS.com – Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia merilis data hasil survei terkait persepsi publik terhadap kinerja presiden dan kepercayaan warga terhadap lembaga negara. Hasilnya kepercayaan pada Presiden dan Lembaga justru muncul dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa, (10/2/2026).
Berdasarkan hasil survei, sebanyak 72,8 persen masyarakat penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyatakan puas dengan program tersebut.
Selain itu, ada juga 12,2 persen masyarakat yang menyatakan sangat puas terhadap program yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut dinukil dari Kompas.com.
“Jadi yang tidak puas per Januari 2026 itu kurang lebih seperti 4. Nah, kalau yang puas total 72,8%, tapi yang betul-betul sangat puas itu masih selow, masih 12,2%,” kata Direktur IPI, Burhanuddin Muhtadi.
Menurut Burhanuddin, persepsi masyarakat yang puas atau sangat puas bisa berubah bila Badan Gizi Nasional tidak memperbaiki kualitas hingga isu miring dalam MBG.
“Nah, yang cukup puas ini sangat mungkin berubah sesuai dengan kondisi tergantung kemampuan BGN ya, Badan Gizi Nasional, untuk memperbaiki baik kualitas terutama maupun isu-isu negatif yang selama ini muncul. Misalnya isu keracunan,” ujarnya.
Oleh karena itu, Burhanuddin berharap ada perbaikan kinerja dari BGN agar masyarakat tetap puas dengan program MBG.
“Jadi ini penting buat BGN untuk memperbaiki kinerjanya. Kalau misalnya program MBG ini ketidakpuasannya meningkat, itu punya implikasi terhadap kinerja Pak Prabowo di mata publik,” ucap Burhanuddin.
Terpisah, Presiden Prabowo menyampaikan jika MBG saat ini sudah diterima oleh 60 juta penerima manfaat. Ia menargetkan program MBG bisa memperluas jangkauan untuk 82,3 juta penerima manfaat.
“InsyaAllah sebelum akhir tahun ini kita akan sampai 82,3 juta,” kata Prabowo di acara Mujahadah Kubro dalam rangka Peringatan Hari Lahir Satu Abada Nahdlatul Ulama di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, dilansir dari Breaking News KompasTV. (redaksi)

