Alarm Hantavirus: WNA di Jakarta Diawasi Ketat Usai Kontak Kasus

Alarm Hantavirus: WNA di Jakarta Diawasi Ketat Usai Kontak Kasus

DECIMALNEWS.com – Meski hasil pemeriksaan negatif namun Warga Negara Asing (WNA) yang ditengarai sempat berkontak dengan Hantavirus tetap diisolasi.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memastikan pemerintah terus memantau secara ketat WNA yang berkontak erat kasus Hantavirus di wilayah Jakarta.

“Kami akan pantau sampai benar-benar yakin dan bisa dipastikan bahwa yang bersangkutan sudah aman,” ujar Budi dalam keterangan pers, dikutip Jumat (15/5/2026).

Menkes menjelaskan, WNA tersebut diketahui sempat berada di kapal luar negeri sebelum datang ke Indonesia.

Otoritas kesehatan Inggris memberikan informasi kepada pemerintah kalau WNA tersebut sempat berkontak erat dengan kasus Hantavirus pada 7 Mei 2026.

Sehari berselang, pada 8 Mei, pasien berhasil diidentifikasi dan segera dievakuasi ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso untuk menjalani isolasi.

Meski sempat menjadi perhatian publik, Budi menegaskan bahwa Hantavirus ini tidak mudah menular antarmanusia seperti Covid-19.

“Indonesia sejak pandemi Covid-19 sudah jauh lebih baik dalam hal surveilans dan kerja sama internasionalnya,” ucapnya.

Secara klinis, penyakit yang disebabkan oleh Orthohantavirus ini umumnya menular melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan curut, baik melalui gigitan maupun paparan cairan tubuh (air liur, urine, feses).

Terdapat dua jenis manifestasi klinis utama, yakni Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal dengan masa inkubasi 1-2 minggu, serta Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru.

Hingga saat ini, belum ada pengobatan spesifik untuk Hantavirus sehingga penanganan dilakukan secara simtomatis dan suportif berdasarkan gejala yang muncul.

Bagikan artkel ini: