Kelanjutan Fordes Dipertanyakan, KWLT Minta Ada Program dan Dampak Nyata bagi Warga
Decimalnews.com — Keberadaan Forum Desa (FORDES) yang sebelumnya dibentuk sebagai ruang komunikasi antara masyarakat desa lingkar tambang dan pihak perusahaan kini mulai mendapat sorotan dari masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan efektivitas serta keberlanjutan forum tersebut agar tidak hanya menjadi simbol formalitas tanpa dampak nyata bagi masyarakat di wilayah terdampak operasional tambang.
Koordinator Komunitas Warga Lingkar Tambang (KWLT), Najamudin, mengatakan masyarakat hingga saat ini masih menunggu arah dan progres konkret dari forum yang telah dibentuk di sejumlah desa tersebut. Menurutnya, forum yang sejak awal digaungkan sebagai wadah aspirasi masyarakat harus memiliki kejelasan program dan fungsi yang benar-benar dirasakan warga.
Najamudin menegaskan masyarakat tidak ingin keberadaan forum desa hanya menjadi tambahan struktur atau institusi baru di desa tanpa peran yang jelas. Sebab, pada praktiknya masyarakat sudah memiliki banyak lembaga dan organisasi desa yang selama ini berjalan dan memiliki fungsi masing-masing.
“Jangan sampai forum desa ini hanya menambah jumlah institusi di desa tapi tidak punya fungsi yang jelas. Kalau memang dibentuk untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, maka harus ada tindak lanjut dan hasil nyata yang bisa dirasakan warga,” ujar Najamudin, Kamis (21/05).
Menurutnya, sejak forum tersebut diperkenalkan, masyarakat berharap adanya ruang dialog yang aktif dan berkelanjutan terkait kebutuhan dasar warga, mulai dari tenaga kerja lokal, penguatan ekonomi desa, akses air bersih, hingga program pemberdayaan masyarakat. Namun sejauh ini, sebagian warga masih mempertanyakan sejauh mana forum tersebut bekerja dan menghasilkan rekomendasi yang benar-benar dijalankan.
Ia juga menilai forum desa seharusnya tidak berhenti hanya pada kegiatan seremonial atau pertemuan sesaat. Menurutnya, perlu ada mekanisme evaluasi rutin serta keterbukaan informasi kepada masyarakat mengenai capaian dan agenda yang sedang diperjuangkan forum tersebut.
“Kalau memang forum ini dibentuk untuk menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan perusahaan, maka harus aktif dan transparan. Masyarakat perlu tahu apa yang sudah diperjuangkan dan apa hasilnya. Jangan sampai setelah dibentuk kemudian tidak terdengar lagi aktivitasnya,” tambahnya.
KWLT berharap seluruh pihak, baik pemerintah desa, perusahaan, maupun stakeholder terkait dapat bersama-sama memastikan forum desa benar-benar menjadi wadah partisipatif yang produktif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah lingkar tambang. Dengan begitu, keberadaan forum tersebut tidak hanya menjadi pelengkap administrasi, tetapi benar-benar memiliki manfaat dan kontribusi nyata bagi pembangunan desa dan kesejahteraan warga. (Rls)

