UMI Resmi Masuk Jaringan Lembaga Pemeriksa Halal Terakreditasi Nasional
DECIMALNEWS.com – Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menorehkan capaian strategis tingkat nasional, melalui proses akreditasi yang ketat, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Universitas Muslim Indonesia Makassar resmi memperoleh Akreditasi LPH Kualifikasi Pratama dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Republik Indonesia,
Capaian ini menjadikan UMI bagian dari jaringan resmi Lembaga Pemeriksa Halal terakreditasi nasional.
Sekaligus menjadi tonggak penting dalam perjalanan UMI sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan komitmen ke-UMI-an, serta pendidikan karakter, tetapi juga hadir sebagai penggerak ekonomi halal, inovasi industri, dan pembangunan peradaban berbasis nilai-nilai Islam yang relevan dengan tantangan masa depan.
Rektor Universitas Muslim Indonesia Prof Hambali Thalib menyampaikan, akreditasi tersebut merupakan bentuk kepercayaan negara kepada UMI untuk ikut menjaga kualitas, integritas, dan kehalalan produk yang beredar di tengah masyarakat.
“Halal bukan lagi sekadar label pada kemasan produk,” kata Prof Hambali dalam keterangan tertulisnya dikutip, Selasa (9/6/2026).
“Halal telah berkembang menjadi bahasa kepercayaan global, standar kualitas internasional, dan fondasi ekonomi masa depan,” imbuhnya.
Lanjut Prof Hambali, etika UMI dipercaya menjadi bagian dari jaringan Lembaga Pemeriksa Halal terakreditasi nasional, sesungguhnya yang sedang dibangun bukan hanya sertifikat, tetapi kepercayaan publik, daya saing bangsa, dan masa depan ekonomi umat.
Menurut Guru Besar Hukum UMI ini, dunia sedang bergerak menuju ekonomi berbasis kepercayaan (trust economy), di mana aspek kualitas, keamanan, keberlanjutan, dan kehalalan menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing sebuah produk di pasar global.
Karena itu, UMI memandang keberadaan LPH bukan sekadar unit layanan, melainkan bagian dari visi besar kampus untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, dunia usaha, dan generasi masa depan.
“Kami ingin mahasiswa UMI tumbuh dalam lingkungan yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga mengajarkan bagaimana ilmu itu digunakan untuk menghadirkan kebermanfaatan,” jelasnya.
Mahasiswa lanjut Prof Hambali, harus melihat bahwa kampus bukan sekadar tempat memperoleh ijazah, melainkan tempat membangun masa depan, karakter, jejaring, dan pengaruh positif bagi masyarakat.
Ia pun menegaskan, bahwa pencapaian ini merupakan langkah awal menuju pembentukan Halal Center of Excellence UMI, sebuah pusat unggulan yang akan mengintegrasikan pendidikan, penelitian, laboratorium, pelatihan auditor halal, sertifikasi, pendampingan UMKM, inovasi industri, serta pengembangan teknologi halal berbasis riset. (Red)

