Seleksi Mandiri UNM 2026 Diikuti 57 Ribu Pendaftar, Hanya 11.752 Peserta yang Lolos

Seleksi Mandiri UNM 2026 Diikuti 57 Ribu Pendaftar, Hanya 11.752 Peserta yang Lolos

DECIMALNEWS.com – Seleksi mandiri Universitas Negeri MAKASSAR (UNM) tahun 2026 ini terdiri atas tiga skema, yakni jalur prestasi yang diperuntukkan bagi siswa berprestasi, aktivis organisasi, serta hafiz Al-Qur’an, jalur menggunakan nilai UTBK, dan jalur ujian tulis TPA, Kamis, (2/6/2026).

Pengumuman kelulusan jalur prestasi dan jalur nilai UTBK telah dilakukan pada 23 Juni 2026. Sementara peserta jalur ujian tulis TPA mengikuti tes pada 1 Juli 2026 dan hasilnya dijadwalkan diumumkan pada 10 Juli mendatang.

Dalam pelaksanaannya, UNM menyiapkan 15 lokasi ujian yang tersebar di lingkungan kampus dengan total 48 ruang ujian. Sebanyak 1.092 unit komputer disediakan pada setiap sesi untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tes berbasis komputer.

Selain menyiapkan sarana, UNM juga mengerahkan pengawas umum, pengawas lokasi, pengawas ruang, teknisi teknologi informasi, hingga pengawas khusus bagi peserta berkebutuhan khusus.

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum, mengatakan seleksi penerimaan mahasiswa UNM ada total 57.086 pendaftar, namun 11.752 saja yang diterima.

Farida menegaskan, penyelenggaraan seleksi mandiri tahun ini mengedepankan prinsip integritas, profesionalitas, serta pencegahan terhadap segala bentuk kecurangan.

“Pengawas diarahkan agar bekerja profesional, objektit, teliti, disiplin, aktif mengawasi, dan tidak memberi ruang bagi pelanggaran tata tertib, sambil tetap menciptakan suasana ujian yang aman, tenang, nyaman, dan kondusif bagi peserta,” tegasnya.

UNM juga memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan yang setara, termasuk penyediaan layanan bagi peserta berkebutuhan khusus melalui penempatan pengawas khusus sebagai bentuk komitmen terhadap penyelenggaraan seleksi yang inklusif.

“Ketersediaan pengawas khusus merupakan bagian dari komitmen UNM untuk menghadirkan seleksi yang adil, aksesibel, dan bermartabat bagi semua peserta,” tambah Prof Farida. (Red)

Bagikan artkel ini: