NPD: Ketika Percaya Diri Berubah Menjadi Gangguan Kepribadian yang Mengganggu Hubungan Sosial

NPD: Ketika Percaya Diri Berubah Menjadi Gangguan Kepribadian yang Mengganggu Hubungan Sosial

DECIMALNEWS.com – Belakangan ini istilah Narcissistic Personality Disorder (NPD) semakin sering muncul dalam berbagai pembahasan, terutama di media sosial. Tidak sedikit orang yang langsun g melabeli seseorang sebagai “narsistik” hanya karena terlihat percaya diri, senang menjadi pusat perhatian, atau gemar memamerkan pencapaiannya.

Padahal, dalam dunia psikologi, Narcissistic Personality Disorder merupakan gangguan kepribadian yang jauh lebih kompleks dibanding sekadar sifat narsis. Memiliki sifat narsistik dalam batas wajar adalah hal yang normal untuk membangun harga diri dan rasa percaya diri.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Seven Multidisciplinary Journal menjelaskan bahwa NPD adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan pola perilaku menetap, menganggap diri penting, kebutuhan yang tinggi untuk mendapatkan pujian, serta kesulitan menunjukkan empati kepada orang lain. Pola tersebut dapat memengaruhi hubungan sosial, kehidupan pribadi, hingga pekerjaan seseorang.

Lantas Apa Itu Narcissistic Personality Disorder?

Menurut penelitian tersebut, NPD termasuk ke dalam kelompok Cluster B, yaitu kelompok gangguan kepribadian yang umumnya ditandai dengan perilaku dramatis, emosional, atau sulit diprediksi. Kondisi ini biasanya mulai terlihat sejak awal masa dewasa dan berlangsung dalam berbagai situasi kehidupan, bukan hanya pada kondisi tertentu. Artinya, NPD bukanlah sifat yang muncul sesekali, melainkan pola kepribadian yang menetap.

Gejala Narcissistic Personality Disorder yang Perlu Dikenali

Seseorang dengan NPD umumnya memiliki rasa percaya diri yang berlebihan hingga merasa dirinya lebih penting dibandingkan orang lain. Mereka juga cenderung menginginkan pengakuan atau pujian secara terus-menerus, merasa berhak memperoleh perlakuan khusus, sulit memahami perasaan orang lain, serta dapat menunjukkan sikap arogan atau meremehkan orang di sekitarnya.

Selain itu, mereka sering kali memiliki fantasi tentang kesuksesan, kekuasaan, atau pencapaian yang luar biasa. Dalam beberapa kondisi, mereka juga dapat memanfaatkan orang lain demi mencapai tujuan pribadi. Namun, diagnosis tidak ditentukan hanya dari satu atau dua perilaku tersebut, melainkan melalui penilaian menyeluruh oleh tenaga profesional.

Apa yang Memicu Narcissistic Personality Disorder?

Hingga saat ini, para peneliti belum menemukan satu penyebab pasti yang memicu munculnya NPD. Penelitian menunjukkan bahwa gangguan ini berkembang melalui kombinasi berbagai faktor, mulai dari faktor genetik, biologis, psikologis, hingga proses perkembangan seseorang sejak masa awal kehidupannya.

Dari sisi biologis, penelitian juga menemukan adanya perbedaan pada beberapa bagian otak yang berhubungan dengan empati, pengaturan emosi, serta kemampuan memahami perasaan orang lain. Selain itu, individu dengan NPD dilaporkan lebih sering mengalami kesulitan mengenali dan mengungkapkan emosinya sendiri.

Mengapa NPD Sering Disalahartikan?

Salah satu alasan mengapa NPD sering disalahartikan adalah karena tidak semua penderitanya menunjukkan perilaku yang sama. Sebagian tampak sangat percaya diri, suka menjadi pusat perhatian, dan terlihat dominan. Namun, penelitian juga menjelaskan bahwa ada individu dengan NPD yang justru terlihat rapuh, sangat sensitif terhadap kritik, dan mudah merasa harga dirinya terluka. Perbedaan inilah yang membuat diagnosis NPD tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan kesan pertama atau perilaku seseorang di media sosial, tetapi mengoptimalkan peran psikolog atau psikiater.

(Putriyuningsi/Red)

Bagikan artkel ini: