Ganda Putra Alfian dan Fikri Gagal ke Final China Masters

Ganda Putra Alfian dan Fikri Gagal ke Final China Masters

Decimalnews.com – Ganda putra Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri gagal lolos ke babak final China Master usai menjalani laga di Shenzhen Arena, Shenzhen, Cina.

Fajar/Fikri kalah dari Kim Won Ho/Seo Seung Jae (Korea Selatan) via dua gim langsung (straight game), Sabtu kemarin.

Jalannya Pertandingan

Pertandingan Semifinal yang digelar di Shenzhen Arena ini berjalan cukup menarik, terutama di awal gim pertama. Namun Kim/Seo mampu mengambil kendali ketika skor mencapai 11-6, dan keunggulan itu mereka pertahankan hingga menyudahi gim pertama dengan skor 21-13.
tirto.id

Memasuki gim kedua, tempo pertandingan tetap tinggi. Fajar/Fikri sempat memperlihatkan perlawanan dengan semangat dan beberapa kali menyamakan skor, misalnya di angka 16-16, setelah sempat tertinggal. Namun, pada akhirnya Kim/Seo kembali mengunci pertandingan di akhir gim dengan skor 21-17.

Hasil Akhir
Gim 1: Fajar/Fikri kalah 13-21

Gim 2: Fajar/Fikri kalah 17-21

Analisis

Kekompakan dan momentum: Kim/Seo tampil lebih agresif dan berhasil menciptakan momentum pada momen-kritis di kedua gim. Keunggulan di pertengahan gim pertama dan akhir gim kedua menjadi faktor penentu.

Meskipun kalah, Fajar/Fikri menunjukkan usaha untuk memperkecil selisih poin, terutama di gim kedua, saat skor sempat ketat. Sayangnya, mereka tidak mampu membalikkan keadaan pada poin penentuan.

Efek tekanan psikologis: Saat skor mulai mendekati akhir gim kedua, tekanan tampak dirasakan oleh Fajar/Fikri yang sedikit kehilangan ritme dan tak mampu menjaga konsistensi poin.

Kekalahan ini menjadi langkah akhir Fajar/Fikri ke final China Masters 2025, dan harus menerima posisi semifinal sebagai hasil terbaik mereka di turnamen ini. Sementara itu, Kim Won Ho / Seo Seung Jae melanjutkan perjuangan mereka ke babak Final dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi setelah kemenangan ini.

Bagi Fajar dan Fikri, pertandingan ini menjadi bahan evaluasi penting, terutama dalam hal menjaga fokus saat poin-kritis dan mengelola tempo permainan di bawah tekanan lawan yang agresif.

Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, menilai bahwa kekalahan ini lebih banyak disebabkan oleh konsistensi permainan dan penguasaan momentum di poin-poin krusial.

“Fajar/Fikri sebenarnya sudah mencoba bangkit di gim kedua, tapi di saat-saat penting mereka kehilangan fokus. Kim/Seo bermain lebih tenang dan bisa mengatur tempo permainan. Ini yang harus jadi bahan evaluasi,” ujar Herry usai pertandingan.

Ia menambahkan bahwa secara teknis pasangan Indonesia tidak kalah jauh, namun kurang sabar ketika terjadi reli panjang.

“Kami perlu memperbaiki pola serangan dan kesabaran saat reli. Lawan tidak mudah dimatikan, jadi harus lebih pintar mengatur variasi pukulan. Ke depan ini jadi PR penting sebelum turnamen berikutnya,” terangnya. (Redaksi)

 

Bagikan artkel ini: