Aksi Protes Jurnalis Pada Mentan di Makassar Berujung Pemukulan Wartawan
DECIMALNEWS.com – Unjuk rasa kelompok Jurnalis di Makassar Koalisi Advokasi Jurnalis (KAJ) terhadap gugatan Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada Tempo digelar Selasa siang tadi. Seorang wartawan menjadi korban pemukulan orang tidak dikenal, Selasa (4/11/2025).
Unjuk rasa puluhan Jurnalis ini digelar di ASS Building, Jalan Urip Sumoharjo, sejumlah spanduk dan karangan bunga yang menyoroti gugatan perdata Mentan pada Tempo senilai Rp200 Miliar itu dinilai melanggar mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Nilai yang tidak masuk akal ini menunjukkan adanya abuse of power dan bentuk kriminalisasi terhadap kerja jurnalis. Ini jelas upaya membungkam, membangkrutkan media, dan menakut-nakuti jurnalis yang kritis,” tegas Kordinator aksi Sahrul Ramadhan.
“Jika gugatan seperti ini dibiarkan, kemerdekaan pers dan hak publik untuk mengawasi pejabat bisa hilang. Padahal, Undang-Undang Pers dengan tegas menyebut sengketa diselesaikan melalui Dewan Pers, bukan gugatan perdata,” ujarnya.
Alih-alih menempuh mekanisme hak jawab atau mediasi di Dewan Pers, pihak Kementerian Pertanian justru mengajukan gugatan melalui pejabat ASN dengan tuntutan ganti rugi immateril Rp200 miliar dan kerugian materil Rp19 juta.
Ia menambahkan, Mahkamah Konstitusi melalui surat Nomor 105/PUU-XXII/2024 telah menegaskan bahwa lembaga pemerintah tidak memiliki dasar hukum untuk menggugat pencemaran nama baik.
Awalnya, aksi berlangsung damai. Namun, situasi memanas ketika sekelompok massa tandingan yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa dan Petani Bersatu Sulawesi Selatan datang dan menuntut pencabutan izin terbit Tempo karena dianggap menyebarkan berita bohong.
Ketegangan mencapai puncak saat jurnalis membentangkan karangan bunga bertuliskan “Amran Sulaiman Kamu Jahat Sama Jurnalis, KAJ Sulsel”.
Sekelompok orang berpakaian preman lalu mendatangi peserta aksi dan memukul sejumlah jurnalis hingga terjadi aksi saling dorong.
Melihat situasi mulai memanas, Polisi kemudian langsung turun tangan memisahkan kedua kelompok.
Namun, insiden kekerasan kembali terjadi setelah aksi bubar. Seorang orator KAJ dipukul oleh pria tak dikenal yang kemudian melarikan diri masuk ke dalam gedung. (Redaksi)

