Trump Terang-terangan Ingin Tentukan Pemimpin Baru Iran, Tolak Putra Ali Khamenei
DECIMALNEWS.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump secara terang-terangan menyebut jika dirinya ingin terlibat dalam pemilihan pemimpin baru Iran.
Dia juga mengatakan jika dirinya menolak putra Ali Khamenei, yakni Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Iran. Dia menyinggung Venezuela melakukan transisi kepemimpinan.
Menurutnya Putra Khamenei itu belum berpengalaman dan tidak cukup berpengaruh.
“Mereka membuang-buang waktu. Putra Khamenei adalah orang yang tidak berpengaruh. Saya harus terlibat dalam penunjukan tersebut, seperti dengan Delcy (Rodriguez) di Venezuela,” kata Trump dikutip dari Axios, Jumat (6/3/3036).
Dia menambahkan bahwa dia lebih memilih memiliki pemimpin yang mirip dengan Presiden Venezuela Delcy Rodriguez, yang menggantikan Nicolas Maduro.
Meskipun sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden Maduro, Rodriguez telah mengizinkan Washington untuk menjual minyak Venezuela dan memutus pasokan minyak ke Kuba di bawah ancaman serangan AS lebih lanjut.
Trump telah berulang kali mengatakan bahwa dia ingin menemukan seorang Rodriguez dari Iran.
“Venezuela sangat luar biasa karena kami melakukan serangan itu, dan kami menjaga pemerintahan tetap utuh. Dan kami memiliki Delcy, yang telah melakukan pekerjaannya dengan sangat baik,” katanya kepada wartawan awal pekan ini.
Alih-alih begitu keinginan Trump itu seperti menuangkan bensin pada api. Pasalnya kematian Pemimpin Iran Ali Khamenei melalui jalan yang tragis melalui serangan.
Trita Parsi, wakil presiden eksekutif di Quincy Institute, mengatakan Trump berupaya agar Iran menyerah.
“Dia tidak keberatan jika tokoh simbolis mengambil alih Iran selama orang tersebut menjalankan kebijakan yang disukai Trump, seperti yang telah dilakukan Delcy,” kata Parsi kepada Al Jazeera.
Dia menambahkan bahwa Trump tidak menginginkan siapa pun yang menggantikan Khamenei “yang tidak bersedia tunduk pada tuntutan kebijakan Trump”.
“Sepertinya dia tidak akan menemukan orang itu dari dalam sistem Iran yang ada,” kata Parsi. (Redaksi)

