Tolak Tawaran Pinjaman Dari IMF dan Bank Dunia, Menkeu Tegaskan Kemandirian Fiskal

Tolak Tawaran Pinjaman Dari IMF dan Bank Dunia, Menkeu Tegaskan Kemandirian Fiskal

DECIMALNEWS.com – Pemerintah Indonesia dikabarkan menolak pinjaman dari Dana moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia senilai 25 sampai 30 Miliar dollar AS, Rabu (22/4/2026).

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dirinya mendapat tawaran itu namun ditolaknya karena Indonesia menurutnya masih belum butuh.

Purbaya menilai kondisi fiskal Indonesia saat ini masih cukup kuat, sehingga tambahan utang dari lembaga internasional tersebut belum diperlukan.

“25 sampai 30 miliar dollar AS kalau kamu mau pakai boleh, itu dipakai untuk beberapa negara yang butuh. Saya bilang, sekarang saya belum butuh karena kita punya cadangan sendiri,” kata Purbaya dikutip dari Kompas.com.

Ia menjelaskan, pemerintah masih memiliki bantalan fiskal berupa Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai sekitar Rp 420 triliun atau setara hampir 25 miliar dollar AS. Cadangan tersebut dinilai cukup untuk menjaga stabilitas keuangan negara tanpa harus menambah utang baru.

Menurut Purbaya, keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi menjaga kemandirian fiskal, sekaligus memastikan pengelolaan utang tetap dalam batas aman di tengah tekanan global.

“Kita punya ruang, jadi kita pakai yang ada dulu. Kalau kurang baru kita cari, tapi sekarang masih cukup,” katanya. Purbaya menegaskan, setiap kebijakan fiskal dirancang secara terukur dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang, bukan sekadar respons jangka pendek terhadap situasi global. “Pokoknya kita desain kebijakan dengan baik, kita hitung dampaknya, bukan kira-kira,” ujarnya.

Menurut dia, penolakan itu membuat pihak pemberi pinjaman kehilangan potensi pendapatan dari bunga. “Ya mukanya asem karena enggak jadi minjemin, enggak dapat bunga,” ucapnya.

Tawaran pinjaman tersebut diterima saat kunjungan Purbaya ke Washington DC, Amerika Serikat, pada 13 sampai 17 April 2026. Purbaya menyebut, dalam pertemuan itu, IMF dan Bank Dunia menawarkan fasilitas pembiayaan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak konflik global, termasuk perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. (Red)

Bagikan artkel ini: