Kelompok Buruh Lajang di Balik Teriakan “Tolak MBG” Saat Prabowo Pidato

Kelompok Buruh Lajang di Balik Teriakan “Tolak MBG” Saat Prabowo Pidato

DECIMALNEWS.com – Ada yang menarik terkait viralnya teriakan penolakan MBG dari massa buruh saat Presiden Prabowo menghadiri May day 2026 pekan kemarin. Ketua Panitia May day yang juga merupakan Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyebut teriakan itu dari massa buruh lajang.

Dikutip dari CNN Indonesia, Andi Gani mengatakan jika suara penolakan yang nyaring saat May Day itu berasal dari barisan pekerja yang belum berkeluarga.

“Ketika kami identifikasi, bukan bermaksud mengintervensi atau apa, tidak. Kenapa kami tidak menerima MBG? Karena ternyata yang di bagian depan sebagian besar lajang,” ujar Andi Gani dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, bagi mereka yang belum memiliki tanggungan anak, dana dari program pemerintah itu dinilai akan jauh lebih bermanfaat jika dialihkan untuk kebutuhan pengembangan masa depan mereka sendiri.

“Lajang, ya memang tidak mempunyai anak, ya menolak MBG. Buat mereka, ngapain, lebih penting dana itu untuk kebutuhan pengembangan yang lain. Nah itu, jadi, ya mesti kita tegaskan,” ujar Andi.

Andi lebih lanjut mengatakan bahwa aksi spontan tersebut adalah bentuk murni kebebasan berpendapat kaum buruh. Sehingga wajar jika ada perbedaan.

Karenanya Program MBG dari kelompok buruh yang sudah berkeluarga tetap memberi dukungan.

“Itulah gerakan buruh. Nggak bisa ditekan-tekan dan apa adanya. Jadi ketika saya tegaskan hari ini, apakah kelompok buruh menerima MBG? Yang berkeluarga pasti menerima. Karena manfaatnya diterima oleh anak-anaknya,” ujar Andi.

Diketahui sempat viral di media sosial, Presiden Prabowo sempat menanyakan kebermanfaatan program MBG kepada para buruh. Ia menekankan program andalannya itu penting bagi generasi ke depan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato di depan massa aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5).

Hanya saja, saat itu sayup-sayup terdengar ada kata tidak dari barisan buruh. Alih-alih begitu, Presiden Prabowo tidak bergeming dan tetap melanjutkan acara peringatan May Day 2026 tersebut. (red)

Bagikan artkel ini: