Surat Diskresi IAS Tak Goyahkan Appi, Persaingan Ketua Golkar Sulsel Kian Sengit

Surat Diskresi IAS Tak Goyahkan Appi, Persaingan Ketua Golkar Sulsel Kian Sengit

DECIMALNEWS.com – Persaingan menuju kursi Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI semakin sengit. Dua nama yang disebut menjadi kandidat kuat, yakni Munafri Arifuddin atau Appi dan Ilham Arief Sirajuddin (IAS), sama-sama mengklaim telah memperoleh dukungan mayoritas dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II kabupaten dan kota di Sulsel.

Situasi semakin dinamis setelah Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengeluarkan surat diskresi yang memberikan kesempatan kepada IAS untuk maju sebagai bakal calon Ketua DPD I Golkar Sulsel.

Meski demikian, kubu Munafri Arifuddin menegaskan tidak akan mengendurkan langkahnya dalam kontestasi tersebut. Mereka memastikan Appi tetap akan mendaftarkan diri sebagai calon ketua dengan membawa surat dukungan dari DPD II yang diklaim telah dikumpulkan sebelum surat diskresi diterbitkan.

Tim pendukung Appi menyebut telah mengantongi sekitar 20 surat dukungan dari pengurus DPD II kabupaten dan kota. Dukungan tersebut diyakini masih berlaku dan menjadi modal utama dalam proses pencalonan pada Musda XI Golkar Sulsel.

Ketua DPD II Partai Golkar Takalar, Zulkarnain Arif, menilai terbitnya surat diskresi kepada IAS tidak mengubah komitmen politik para pendukung Munafri Arifuddin.

“Pak Appi tetap daftar di Musda nanti dengan dukungan 20 DPD II,” kata Zulkarnain saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, dukungan yang telah diberikan kepada Appi tetap sah dan akan menjadi dasar pencalonan saat tahapan pendaftaran calon Ketua DPD I Golkar Sulsel resmi dibuka.

Ia mengaku kubunya telah mengantongi seluruh surat dukungan asli yang sebelumnya diterbitkan oleh masing-masing DPD II. Seluruh dokumen tersebut, kata dia, telah melalui mekanisme internal sehingga akan tetap dibawa sebagai syarat pencalonan dalam Musda.

“Surat aslinya semua ada pada kami dan sudah diplenokan. Tidak bisa lagi dicabut. Nanti itulah yang akan dibawa ke panitia Musda,” ujarnya.

Zulkarnain berpendapat, apabila terdapat dua surat dukungan dari pemilik suara yang sama, maka keduanya justru berpotensi gugur. Karena itu, ia mempertanyakan langkah sejumlah DPD II yang disebut mengeluarkan surat dukungan baru kepada IAS.

Dengan masing-masing kubu mengklaim memiliki dukungan mayoritas, persaingan menuju pucuk pimpinan Golkar Sulawesi Selatan diperkirakan akan berlangsung ketat. Hasil Musda XI nantinya akan menjadi penentu arah kepemimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut di tingkat provinsi. (red)

Bagikan artkel ini: