KPP Pratama Watampone Edukasi UMKM Wajo Sambut Hari Pajak 2026

KPP Pratama Watampone Edukasi UMKM Wajo Sambut Hari Pajak 2026

Decimalnews.com — Menyambut Hari Pajak 2026, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Watampone menggelar kegiatan Business Development Service (BDS) bertema “Kenali Kebijakan Pajak Terbaru dan Bangun Pondasi Bisnis yang Kuat” di Aula Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Wajo, Senin (13/7).

Kegiatan tersebut diikuti 43 anggota Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Kabupaten Wajo yang merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program ini menjadi wadah edukasi mengenai kebijakan perpajakan terbaru sekaligus penguatan kapasitas pelaku usaha agar mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Kepala BPKPD Kabupaten Wajo, Andi Pallawaruka, mengatakan UMKM merupakan salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Menurutnya, semakin berkembangnya UMKM akan memberikan dampak positif terhadap penerimaan negara melalui kepatuhan membayar pajak.

“Kami berharap para pelaku UMKM di Kabupaten Wajo makin maju dan berkembang sehingga bisa berkontribusi lebih bagi pembangunan negara dan Kabupaten Wajo melalui pajak yang dibayarkan,” ujar Andi.

Sementara itu, Kepala KP2KP Sengkang, Riza Kurniawan, yang mewakili Kepala KPP Pratama Watampone, mengapresiasi sinergi antara Direktorat Jenderal Pajak, Pemerintah Kabupaten Wajo, dan para pelaku usaha. Ia menyebut kegiatan BDS menjadi ruang diskusi sekaligus bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung kemajuan UMKM.

“Acara BDS ini menjadi sarana diskusi antara pelaku UMKM dengan pemerintah, sekaligus untuk meningkatkan kapasitas dari pelaku UMKM supaya makin maju dan berkembang. DJP menghadirkan agenda BDS ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memajukan UMKM,” kata Riza.

Selain mendapatkan materi mengenai kebijakan perpajakan terbaru dan praktik pemenuhan kewajiban pajak UMKM, peserta juga memperoleh pembekalan dari praktisi bisnis Andi Wahyudi tentang membangun pondasi usaha yang kuat. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan tema lain, seperti penyusunan laporan keuangan sederhana dan pemasaran digital, sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing UMKM sekaligus mendorong kepatuhan perpajakan. (Rls)

Bagikan artkel ini: