Kemenkeu Sulbar Gaungkan Anti Burnout Spirituality pada Peringatan Maulid Nabi 1448 H
Decimalnews.com — Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Barat menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Al-Amanah, Gedung Keuangan Negara Mamuju, pada hari Kamis tanggal 8 Oktober 2026 dengan mengangkat tema”Anti Burnout Spirituality: Mengatur Tempo Hidup Tanpa Kehilangan Arah”. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi pegawai untuk menjaga keseimbangan antara tuntutan pekerjaan, kesehatan mental, serta kehidupan spiritual.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ferry Taufik Saleh dan terjemah tilawah oleh Arman Effendi, dilanjutkan sambutan Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sulawesi Barat yang diwakili oleh Kepala Sekretariat Perwakilan, Bintang Prasetyo Jati.
Dalam sambutannya, ia menyoroti tingginya tanggung jawab pegawai Kementerian Keuangan dalam mengawal pelaksanaan APBN yang kerap diiringi tekanan pekerjaan sehari-hari. Tema yang diangkat dinilai sangat relevan untuk membantu pegawai tetap produktif tanpa mengorbankan kesehatan mental maupun spiritual.
Puncak kegiatan diisi tausiah oleh Ustaz Dr. Furqon Mawardi, dosen Universitas Muhammadiyah Mamuju. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan hidup di tengah kesibukan dunia kerja. Menurutnya, manusia sering kali bukan kekurangan waktu, melainkan kehilangan tempo hidup yang tepat. Ia mengajak peserta merenungkan apakah saat ini mereka sedang menjalani hidup atau justru terus-menerus mengejar hidup.
“Jangan sampai pekerjaan membuat kita kehilangan waktu untuk beribadah, menjaga kesehatan, dan membersamai keluarga,” pesannya di hadapan para jamaah.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan karier harus berjalan selaras dengan kualitas hubungan manusia dengan Tuhan, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Dalam tausiahnya, Ustaz Dr. Furqon Mawardi juga mengulas empat hal yang kelak akan dipertanggungjawabkan manusia, yakni bagaimana umur dihabiskan, ilmu dimanfaatkan, harta diperoleh dan digunakan, serta jasmani dipergunakan selama hidup. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya memanfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya: masa muda sebelum tua, masa sehat sebelum sakit, masa lapang sebelum sibuk, masa kaya sebelum miskin, dan masa hidup sebelum kematian.
Tidak hanya membahas aspek spiritualitas individu, ceramah tersebut juga menyinggung pentingnya menjaga integritas dalam bekerja, khususnya bagi aparatur yang mengelola keuangan negara. Ia mengingatkan bahwa harta yang diperoleh secara tidak benar dapat berdampak buruk terhadap kehidupan pribadi dan keluarga, sehingga kejujuran menjadi nilai utama yang harus dijaga setiap insan.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Keuangan Sulawesi Barat berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi inspirasi dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari.
Perayaan Maulid Nabi tidak hanya menjadi agenda seremonial keagamaan, tetapi juga ruang refleksi untuk membangun aparatur yang profesional, berintegritas, dan memiliki ketahanan spiritual dalam menghadapi tantangan zaman.
“Karir yang baik bukan hanya tentang pencapaian target, tetapi juga tentang kemampuan menjaga arah hidup, kesehatan jiwa, dan kedekatan kepada Allah SWT.”
Pesan inilah yang menjadi benang merah peringatan Maulid Nabi 1448 H di lingkungan Kementerian Keuangan Sulawesi Barat. (Rls)

