Inflasi Parepare Bulan Juni 2,64% Relatif Aman Terkendali

Inflasi Parepare Bulan Juni 2,64% Relatif Aman Terkendali

Decimalnews.com – KPPN Parepare bersama BPS dan Kemenkeu Satu tergabung dalam forum ALCo Sub Regional Ajatappareng  mencermati ekonomi regional. Hari ini, (12/7) KPPN merilis tingkat inflasi di Kota Parepare yang relatif masih aman terkendali, hingga akhir Juni 2024 tercatat inflasi 2,64%.

Berdasarkan data statistik nasional, tingkat inflasi nasional sepanjang Triwulan II 2024 berada pada kisaran 2-3 persen dengan tren yang meningkat yaitu sebesar 3,00 persen (y-on-y) pada bulan April 2024, sebesar 2,84 (y-on-y) persen pada bulan Mei 2024, serta sebesar 2,51 (y-on-y) persen pada bulan Juni 2024. Berdasarkan data tersebut, rata-rata inflasi nasional pada Triwulan II 2024 berada pada level 2,78 persen (y-on-y).

Di wilayah regional Sulawesi Selatan, tingkat inflasi selama Triwulan II 2024 juga mengalami fluktuasi dengan kisaran sebesar 2 persen. Pada bulan April 2024 tingkat inflasi mencapai 2,61 persen (y-on-y), kemudian pada bulan Mei 2024 mencapai 2,42 persen (y-on-y), dan pada bulan Juni 2024 mencapai 2,03 persen (y-on-y). Secara umum, rata-rata tingkat inflasi di regional Sulawesi Selatan berada pada level 2,35 persen (y-on-y).

Kondisi inflasi pada level nasional dan juga regional Sulawesi Selatan tidak berbeda jauh dengan kondisi inflasi di wilayah Kota Parepare.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Parepare, tingkat inflasi bulanan selama periode Triwulan II Tahun 2024 berada pada kisaran level 2 persen. Pada bulan April 2024, tingkat inflasinya berada pada level 2,19 persen (y-on-y). Pada bulan Mei, tingkat inflasinya berada pada level 2,28 persen (y-on-y). Sedangkan, pada bulan Juni, tingkat inflasinya berada pada level 2,64 persen (y-on-y). Sehingga, secara umum rata-rata tingkat inflasi di wilayah Kota Parepare berada pada level 2,37 persen (y-on-y).

Berdasarkan perbandingan tingkat inflasi nasional, regional Sulawesi Selatan, dan Kota Parepare diperoleh gambaran bahwa tingkat inflasi Kota Parepare relatif sejalan dengan tingkat inflasi regional dan nasional, yaitu berada pada kisaran level 2 persen.

Data tahun 2022 menunjukkan bahwa tingkat inflasi cukup tinggi dan mencapai puncaknya pada bulan September 2022 sebesar 8,14. Pada tahun 2023 tingkat inflasi cenderung menurun dan paling rendah pada bulan September 2023 sebesar 1,85. Sedangkan tingkat inflasi tahun 2024 cukup stabil dan pada bulan Juni 2024 sebesar 2,64. Tingkat Inflasi Year on Year (y-on-y) Kota Parepare 2022–2024 dapat digambarkan sebagai grafik berikut:

Sementara itu, tingkat inflasi (m-to-m) pada Kota Parepare pada tahun 2024, grafiknya sangat fluktuatif tetapi tidak pernah mengalami deflasi. Pada bulan Mei dan Juni 2024 inflasi Kota Pare-Pare di atas inflasi Provinsi Sulawesi Selatan dan Nasional. Namun demikian, secara umum inflasi Kota Parepare masih dalam posisi aman dan terkendali. Hal ini disamping posisi masih di kisaran 2%, juga upaya-upaya yang dilakukan pemerintah daerah, cukup memberi arti dalam proses pengendalian.

Tingkat Inflasi Year on Year (y-on-y) Kota Parepare, Prov. Sulsel dan Nasional 2024 dapat digambarkan sebagai grafik berikut.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pengendalian inflasi di wilayah Kota Parepare periode Triwulan II 2024, dapat dirumuskan beberapa hal sebagai berikut:

Tingkat inflasi (y-on-y) di Kota Parepare selama Triwulan II tahun 2024 mengalami fluktuasi. Pada bulan April dan Mei 2024 tingkat inflasi Kota Parepare berada di bawah tingkat inflasi nasional. Sementara bulan Juni tahun 2024 mengalami inflasi sebesar 2,64% lebih tinggi dari rata-rata inflasi nasional yaitu sebesar 2,51%.

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,76 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,72 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,69 persen; kelompok kesehatan sebesar 7 persen.

Komoditas yang secara umum memberikan andil terhadap tingkat inflasi di Kota Parepare sepanjang Triwulan II 2024 antara lain beras, emas perhiasan, tarif parkir, ikan cakalang/ikan sisik, tarif rumah sakit, udang basah, cabai rawit, sigaret kretek mesin (skm), nasi dengan lauk, tomat, ikan bakar, daun bawang, ikan layang/ikan benggol, ikan tuna, gula pasir, jagung manis, sigaret putih mesin (spm), bakso siap santap, sepeda motor, dan taman pendidikan alquran.

Inflasi yang meningkat di triwulan II ini menghajatkan pemerintah Kota Parepare melakukan beberapa pengendalian / intervensi, antara lain di sektor komoditas ikan, cabai dan beras. Pemkot juga senantiasa bekerjasama dengan Pemda lain dalam melakukan intervensi pasar guna pengendalian inflasi. Intervensi tersebut diantaranya adalah :

Untuk mengendalikan tingkat inflasi pada komoditas ikan, Pemkot Parepare perlu melakukan intervensi pada saat hasil tangkapan ikan oleh nelayan sedang mengalami penurunan.

Untuk mengendalikan tingkat inflasi pada komoditas cabai, Pemkot Parepare bisa melakukan program “Gerakan Menanam Cabai” karena lahan kosong milik pemerintah masih belum dimanfaatkan. Selain itu Pemkot Parepare sudah melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan Pemkab Takalar dimana Pemkab Takalar bersedia memasok ketersediaan cabai di Kota Parepare.

Untuk mengendalikan tingkat inflasi pada komoditas beras, Pemkot Parepare membuat inovasi Kios Pengendalian Inflasi (KOPI) yaitu kegiatan operasi pasar yang dilakukan 2 kali seminggu. Pemkot Kota Parepare juga melakukan kegiatan pasar murah setiap 1 minggu sekali dengan lokasi berpindah-pindah.(kis1)

Bagikan artkel ini: