Google Minta Pengguna Gmail Ganti Password
Decimalnews.com – Per September 2025 Google mengimbau kurang lebih 2,5 pengguna Gmail untuk mengganti password.
Hal ini dipicu karena adanya temuan aktifitas para peretas (hacker) yang diduga gencar melancarkan serangan phishing, pencurian kredensial, hingga penipuan dengan menyamar sebagai pihak resmi terhadap pengguna internet.
Dalam laporan keamanan terbarunya, Google mengungkap bahwa 37 persen kasus pengambilalihan akun terjadi karena kata sandi yang dicuri atau bocor. Situasinya makin mengkhawatirkan karena mayoritas pengguna masih sering bersikap lalai.
Sebanyak 64 persen pengguna jarang mengganti password, bahkan ada yang masih menggunakan kata sandi yang sama selama bertahun-tahun. Dengan kombinasi miliaran akun aktif, kata sandi yang lemah, serta meningkatnya serangan phishing, peluang peretas membobol akun semakin besar.
Serangan siber ini juga tidak lagi sekadar berbentuk e-mail palsu. Para peretas kini kerap menyamar sebagai tim dukungan Google, baik melalui e-mail maupun telepon.
Peretas kemudian mengarahkan korban untuk melakukan beberapa hal, seperti mengklik link login palsu yang menyerupai halaman resmi dari Google.
Hacker bahkan mengelabui korban agar memberikan kode autentikasi dua faktor (2FA) lewat telepon dengan alasan untuk verifikasi identitas, sebagaimana dilansir dari KompasTekno dari Android Police, Selasa (2/9/2025).
Jika pengguna lengah dan membocorkan informasi tersebut, peretas bisa mengambil alih akun, bahkan mengunci pemilik sah dari akses ke Gmail miliknya.
Goggle juga mendorong agar masyarakat mulai beralih ke teknologi yang lebih aman, yaitu passkey.
Passkey bisa berbentuk sidik jari, pengenalan wajah, atau PIN perangkat.
Teknologi ini lebih sulit dipalsukan dibanding password biasa, tetapi penggunaannya kini masih relatif rendah.
Selain itu, Google juga menyarankan pengguna untuk menghindari 2FA berbasis SMS karena kode tersebut bisa disadap. (Redaksi)

