Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulsel Koordinasi Pembangunan ZI-WBK/WBBM, Kabid SKKI : Sebarkan Virus
Decimalnews.com – Tahun 2024, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulsel berupaya menyebarkan virus pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi – Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (ZI WBK-WBBM) kepada KPPN Lingkup kerjanya dalam acara Koordinasi Pembangunan ZI WBK-WBBM Sulawesi Selatan, Senin 25/3 lalu.
Acara yang dibuka oleh Kepala Bidang Supervisi KPPN dan Kepatuhan Internal (SKKI) Lucas Widjang menghadirkan peserta yakni para pejabat dan perwakilan staf KPPN lingkup Sulsel. Dalam sambutan nya Lukas menyampaikan bahwa Tahun 2024 ini kembali KPPN akan dipertemukan dengan proses pembangunan ZI WBBM.
“Tahun ini, giliran KPPN Sinjai dapet ‘jatah’ membangun ZI-WBBM, dan KPPN Palopo yang akan di monev WBK nya oleh kantor pusat. Oleh karena itu, hari ini kita sebarkan virus Pembangunan ZI-WBBM kepada semua KPPN lingkup Sulsel” kata Lucas dalam sambutannya.
Selanjutnya, Lucas juga menyampaikan pentingnya koordinasi baik secara internal maupun eksternal dengan para stakeholder.
“Tidak hanya pegawai saja yang dibekali pengetahuan tentang pembangunan ZI, tapi PPNPN juga harus mendapat perhatian”. tukas nya.

Dalam kesempatan ini, Kanwil juga memaparkan tentang Pembangunan ZI WBBM yang sukses dilakukan tahun 2023 lalu. Sharing Session menghadirkan narasumber eks. Kepala Seksi Kepatuhan Internal Kanwil DJPb Sulsel, Agus Hidayat, yang sekarang beralih tugas di KPPN Bondowoso.
Narasumber Agus Hidayat menerangkan secara detail proses pembangunan ZI WBBM di Kanwil DJPB dengan sistem manajemen POAC yakni Planning, Organizing, Actuating dan Controlling. Proses Pembangunan ZI WBBM dimulai dari tahap planning yakni memotret schedule proses penilaian yang akan dilaksanakan dalam tahun 2023, serta mengumpulkan data dan dokumentasi pelaksanaan kegiatan di Kanwil tahun sebelum dan tahun berjalan.
Tahap Organizing, Kanwil membentuk Tim Pembangunan ZI dan mengkoordinasikan penugasan masing-masing tim untuk menjadi guidance, sekaligus meminta kesiapan dan komitmen untuk mensukseskan ZI WBBM. Selain itu juga menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan di unit kerja untuk mendukung tugas pokok dan fungsinya.
Selanjutnya tahap Actuating, Kanwil DJPB mulai melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti stakeholder (mitra kerja), kantor pusat DJPb untuk asistensi dan konsultasi, serta Tim Penilai Nasional (TPN) yang hendak melakukan penilaian terutama terkait schedule pelaksanaan evaluasi, baik tatap muka maupun turun ke unit kerja. Kemudian tidak lupa Kanwil mulai melengkapi dokumen-dokumen yang diminta dalam lembar Kerja Evaluasi (LKE) sebagai bahan awal penilaian.
Agus Hidayat juga menerangkan bahwa proses penilaian oleh TPN dilaksanakan dalam 2 bentuk, yakni tatap muka dan kunjungan lapangan. Dalam bentuk tatap muka, TPN melakukan teleconference dengan para pejabat dan Tim Pembangunan ZI untuk 6 Area Pengungkit, yakni Manajemen Perubahan, Penataan Tatalaksana, Penataan Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas Kinerja, Penguatan Pengawasan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. Sedangkan dalam kunjungan lapangan, TPN melakukan office tour untuk melihat secara langsung unit kerja, seperti area pelayanan terpadu, sarana pengaduan, kesiapan SDM dalam melakukan pelayanan dna membangun zona integritas dan lain-lain.

Kemudian pada tahap controlling atau monitoring, Kanwil melakukan koordinasi internal untuk mengevaluasi kesiapan pegawai, dan memantau kelengkapan dokumen yang telah di unggah di aplikasi DIA (Digital Integrity Assessment) sebagai aplikasi pendukung yang digunakan oleh Tim Penilai dalam melakukan proses validasi dan penilaian pembangunan Zona Integritas. Selanjutnya, Kanwil juga menghimbau agar para pegawai selalu menjaga integritas dan meminimalisir potensi-potensi pengaduan dengan memberikan pelayanan terbaik kepada stakeholder.
Dengan manajemen POAC dalam membangun zona integritas, Agus hidayat optimis bahwa siapapun yang sementara bergelut dengan proses penilaian pembangunan ZI WBK-WBBM, akan dapat lolos mendapat predikat yang diharapkan.(*)

