Ketua DPP PKS Desak Pemerintah Pantau dan Tarik Gula Rafinasi di Pasar Rakyat
Decimalnews.com – Kurang lebih 200 ribu ton gula rafinasi yang masuk ke Indonesia diduga diolah dengan campuran tertentu sehingga menyerupai gula kristal putih dan membanjiri pasar.
Hal ini diungkap Ketua DPP PKS Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan, Riyono dilansir dari republik merdeka.id, Rabu 13 Agustus 2025.
Riyono mengatakan gula Rafinasi ini merupakan gula untuk industri, bukan konsumsi rumah tangga. Sehingga dia mendesak pemerintah segera menarik gula rafinasi dari pasar tradisional.
“Tarik gula rafinasi dari pasar. Peruntukannya hanya untuk industri, jangan berkedok gula kristal putih lalu masuk ke pasar tradisional dan menguasai pasar kecil,” kata Riyono.
Riyono Caping mengatakan peredaran gula rafinasi yang seharusnya hanya untuk industri makanan dan minuman telah merugikan petani tebu dalam negeri.
“Saat ini hampir 700 ribu ton gula petani di pabrik gula pemerintah dan swasta belum terbeli. Sementara itu, gula rafinasi justru bocor ke pasar rakyat, padahal secara aturan tidak boleh,” tegasnya.
Risiko Konsumsi Gula Rafinasi
Gula rafinasi yang terkandung di dalam makanan atau minuman kemasan, sebetulnya tidak langsung menimbulkan masalah kesehatan setelah dikonsumsi. Namun, mengonsumsinya terlalu banyak atau terlalu sering bisa memberikan dampak negatif bagi tubuh.
Dilansir dari Alodokter risiko kesehatan mengkonsumsi gula rafinasi antara lain, menimbulkan
1. malnutrisi
Orang yang sering mengonsumsi makanan dan minuman manis cenderung melewatkan makanan bernutrisi, sehingga berisiko mengalami malnutrisi.
2. Kadar trigliserida meningkat
Konsumsi terlalu banyak gula bisa meningkatkan kadar trigliserida di dalam pembuluh darah dan jaringan lemak, sehingga risiko gangguan jantung pun meningkat.
3. Obesitas
Konsumsi makanan atau minuman yang tinggi gula juga berisiko menyebabkan penumpukan kalori yang berakibat pada obesitas atau kelebihan berat badan. Hal ini sama dengan konsumsi terlalu banyak gula batu, gula pasir, maupun jenis gula lainnya.
4. Diabetes
Selain obesitas, konsumsi gula berlebih juga berisiko pada peningkatan kadar gula dalam darah. Apabila dibiarkan terus-menerus, hal ini bisa memicu diabetes.
5. Kerusakan gigi
Gula bisa menyebabkan penumpukan bakteri yang dapat meningkatkan risiko gigi berlubang, terutama jika Anda tidak menjaga kebersihan gigi dengan baik.
(Redaksi)

