Indonesia Tumbang Usai Perlawanan Hebat Kontra Arab Saudi
Decimalnews.com – Laga dramatis antara Indonesia dan Arab Saudi di Jeddah berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan tuan rumah. Meski kalah, tim Garuda menunjukkan permainan yang berani dan penuh disiplin.
Jalannya Pertandingan
Turun dengan formasi 3-4-2-1 dengan fokus pressing di lini tengah. Indonesia sukses mencuri poin lebih dulu. Melalui penalti Kevin Diks.
Wasit Ahmad Al Ali menunjuk titik putih setelah tayangan VAR menunjukkan bola mengenai tangan Hassan Al Tambakti.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama ketika Saleh Abu Al-Shamat berhasil menyamakan kedudukan menit ke-17 dengan tembakan dari luar kotak penalti.
Petaka datang pada menit ke-36. VAR kembali digunakan untuk mengonfirmasi pelanggaran Yakob Sayuri terhadap Feras Albrikan di kotak terlarang.
Albrikan yang mengambil penalti sukses membalikkan keadaan, membuat Arab Saudi unggul 2-1 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pelatih Patrick Kluivert melakukan perubahan dengan memasukkan Eliano Reijnders.
Namun, peluang pertama justru datang dari Miliano Jonathans yang melakukan tusukan berbahaya sebelum digagalkan bek Arab Saudi
Arab Saudi menambah keunggulan pada menit ke-62. Tendangan Musab Al Juwayr yang ditepis Maarten Paes jatuh tepat di kaki Feras Albrikan. Striker Al Hilal itu tanpa kesulitan mengoyak gawang Indonesia untuk mencetak gol keduanya.
Garuda hampir memperkecil ketertinggalan lewat Ole Romeny di menit ke-80, namun tendangannya terlalu lemah. Begitu juga upaya Thom Haye melalui bola mati masih bisa ditepis Nawaf Al Aqidi.
Drama penalti kembali terjadi di menit ke-86. Indonesia mendapat hadiah dari wasit setelah adanya handsball di kotak terlarang.
Kevin Diks tanpa ragu maju mengeksekusi dan berhasil mencetak gol keduanya, membuat kedudukan berubah menjadi 2-3.
Pada menit-menit akhir, Mohamed Kanno yang baru masuk di menit ke-89 harus diusir ke luar lapangan usai mendapatkan kartu kuning kedua.
Meskipun Timnas Indonesia mencoba mencetak gol lewat beberapa serangan di sisa waktu babak kedua, skor 2-3 kontra Arab Saudi tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit.
Analisis
1. Pressing efektif tapi stamina drop. Indonesia mampu menekan dengan baik di 30 menit pertama, namun intensitas menurun di paruh kedua.
2. Masalah di transisi bertahan. Dua dari tiga gol Saudi berasal dari kehilangan bola di tengah yang berujung serangan balik cepat.
3. Kualitas eksekusi meningkat. Dua gol penalti Kevin Diks menunjukkan mental kuat dalam tekanan.
4. Perlu variasi serangan terbuka. Tanpa bola mati, peluang bersih masih minim.
Atas hasil ini pelatih kepala Indonesia, Patrick Kluivert hanya bisa memuji semangat juang anak asuhnya.
“Kami bermain dengan karakter dan tidak takut melawan tim besar. Kekalahan ini bukan kegagalan, tapi bahan belajar,” ujarnya dalam konferensi pers usai pertandingan.
Diketahui Indonesia turun dengan skuat terbaiknya
Indonesia (4-3-3): 1- Paes (PG); 22-Yakob (6-Sandy 85′), 2-Diks, 3-Idzes (C), 21-James (Yance 76′); 15-Kambuaya, 14-Pelupessy, 18-Klok; 7-Putra (17-Eliano 46′), 9-Jonathans (19-Haye 64′), 11-Oratmangoen (10-Romeny 64′).
Pelatih: Patrick Kluivert.
Arab Saudi (4-2-3-1): 1-Al Aqidi (PG); 3-Thikri, 5-Al Tambakti, 13-Bu Washl, 14-Alharbi (12-Saud 65′); 15-Al Khaibari, 6-Al Dawsari (23-Kanno 89′); 7-Aljuwayr, 18-Abu Al Shamat (16-Aiman 68′), 10-Al Dawsari (C); 9-Albrikan (11-Al-Shehri 76′).
Pelatih: Herve Renard.

