Meski Kuota Umrah Terbit 4 Juta, Visa Umroh Kini Dipersingkat 1 Bulan
DECIMALNEWS.com – Pemerintah Arab Saudi kembali membuka 4 juta Visa untuk penyelenggaraan ibadah Umrah bulan September 2025. Hal ini menjadi yang tertinggi beberapa tahun terakhir.
Melalui Ministry of Hajj and Umrah, Arab Saudi mengungkap bahwa pencapaian ini adalah hasil dari reformasi besar-besaran dalam sistem pelayanan jamaah. Proses perizinan dipercepat, akses diperluas, dan birokrasi dipangkas.
Salah satu inovasi penting adalah platform digital Nusuk Umrah yang memungkinkan calon jamaah untuk mengurus akomodasi, transportasi dan izin secara daring.
Kendati begitu ditengah lonjakan izin umrah, Arab Saudi juga menetapkan beberapa kebijakan baru, diantaranya Visa umrah justru dipersingkat menjadi 1 bulan saja, meskipun jamaah tetap diperbolehkan tinggal hingga tiga bulan setelah tiba di Saudi.
Selanjutnya Visa yang tidak digunakan dalam waktu 30 hari otomatis akan dibatalkan. Langkah ini dimaksudkan untuk menjaga efisiensi kuota dan data jamaah.
Kebijakan izin umrah terbuka untuk berbagai jenis visa—pariwisata, transit ataupun kerja—sebagai bagian dari program visi ekonomi nasional Vision 2030 yang menjadikan pariwisata keagamaan sebagai pilar baru.
Dengan lebih dari 4 juta visa telah diterbitkan dalam lima bulan, otoritas Arab Saudi memproyeksikan bahwa jumlah total jamaah umrah bisa menembus 10 juta orang hingga akhir 2025 mendekati angka pra-pandemi.
Bagi jamaah Indonesia dan negara lainnya, reformasi ini berarti proses keberangkatan yang semakin terstruktur dan digital, namun juga menuntut persiapan yang lebih matang agar dapat memanfaatkan kesempatan ini secara optimal.
Terbitnya 4 juta visa umrah oleh Arab Saudi dalam waktu relatif singkat menunjukkan bahwa ibadah umrah kini sedang mengalami transformasi signifikan bukan hanya dari aspek spiritual, tetapi juga dari sisi teknologi dan manajemen pelayanan.
Proses yang lebih cepat, sistem yang terdigitalisasi, serta aturan yang diperbaharui membuka peluang besar bagi umat Muslim untuk melakukan kunjungan ke Tanah Suci dengan lebih mudah dan efisien.
Bagi calon jamaah Indonesia pastikan memilih biro perjalanan yang memahami perubahan aturan ini, mempersiapkan dokumen dengan baik, dan mengikuti perkembangan resmi agar ibadah berjalan lancar dan khusyuk. (Redaksi)

