Prabowo Subianto Masuk Nominasi Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia Versi RISSC
DECIMALNEWS.com – Ummat muslim Indonesia patut berbangga, Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu ini mendapat penghargaan sebagai tokoh muslim paling berpengaruh di dunia urutan ke-15 oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC), salah satu lembaga riset independen berbasis di Yordania yang menerbitkan publikasi tahunan The Muslim 500.
Dalam daftar terbaru itu, nama Prabowo Subianto berada satu tingkat dibawah Mohammed bin Salman (MbS), Putra Mahkota Arab Saudi.
“Prabowo Subianto menjadi presiden kedelapan Indonesia, yang resmi menjabat pada 20 Oktober 2024 setelah menang dalam pemilihan umum Februari 2024 dengan mengamankan sekitar 58,6 persen suara,” tulis The Muslim 500 di situs resminya.
Laporan itu juga menyoroti perjalanan panjang Prabowo di dunia militer dan politik.
“Pelantikannya menandai puncak perjalanan politiknya yang mencakup puluhan tahun pengabdian di militer, pencalonan politik, kontroversi, serta transformasi publik,” lanjut laporan tersebut.
Selain Prabowo, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, juga masuk dalam daftar bergengsi itu di peringkat ke-19. Di bawah kepemimpinannya, Nahdlatul Ulama (NU) dinilai terus memperjuangkan Islam yang tradisionalis, moderat, dan welas asih, dengan lebih dari 90 juta anggota dan 21 ribu madrasah di seluruh dunia.
RISSC menjelaskan, publikasi The Muslim 500 dibuat untuk menunjukkan pengaruh para tokoh Muslim terhadap umat Islam, baik dari sisi budaya, ideologi, politik, maupun ekonomi.
“Daftar ini tidak serta merta mendukung pandangan para tokoh tersebut. Tujuan publikasi ini adalah untuk mengukur sejauh mana pengaruh mereka terhadap dunia Islam,” tulis RISSC.
Daftar 500 Muslim paling berpengaruh di dunia ini dibagi dalam 13 kategori, seperti politik, keagamaan, filantropi, seni dan budaya, hingga media dan sains.
Dalam edisi 2026, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani menempati posisi pertama, disusul Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan di posisi ke-7, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz di posisi ke-8, dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di posisi ke-10. (Redaksi)

