Khawatirkan Warga Trauma Karena Perang Kelompok, Wali Kota Makassar Janjikan Kemaman

Khawatirkan Warga Trauma Karena Perang Kelompok, Wali Kota Makassar Janjikan Kemaman

DECIMALNEWS.com – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menilai mereka yang mendapati rumahnya terbakar akibat konflik di Tallo pasti merasakan trauma mendalam, sehingga pemulihan dengan penyaluran bantuan dan pemberian jaminan keamanan penting untuk dilakukan, Senin, (24/11/2025).

Sabtu kemarin, Pemerintah Kota Makassar kata Munafri telah melakukan peninjauan pasca konflik.

Selain menjenguk warga terdampak, pihaknya juga menyalurkan sejumlah bantuan, baik makanan maupun bahan material untuk pembangunan kembali rumah warga yang terdampak.

Munafri memastikan rumah-rumah yang terbakar akan dibangun kembali secepatnya, agar warga dapat segera mendapatkan kembali tempat tinggal yang layak.

“Ini tidak bisa dihitung bukan hanya karena kerugiannya tapi dampak yang ditimbulkan ini sangat luar biasa (trauma). Kita berharap semuanya bisa menjaga diri, mampu menjaga diri, menahan emosinya sehingga tidak terjadi hal yang lebih buruk lagi ke depannya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah kota bersama TNI dan Polri untuk terus menjaga ketenteraman dan keamanan masyarakat.

Munafri menyebut, dampak yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut bukan hanya kerugian materi, tetapi juga trauma sosial yang sangat besar bagi warga.

Untuk itu, Ia mengimbau seluruh masyarakat agar dapat menahan diri dan menjaga sikap demi mencegah terjadinya konflik serupa di masa mendatang. Menurutnya, tindakan anarkis tidak memberikan manfaat apa pun dan hanya akan menambah jumlah korban yang tidak berdosa.

Pemerintah kota bersama TNI dan Polri, lanjutnya, juga akan membangun pos-pos penjagaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi keamanan tetap kondusif dan Makassar tidak kembali menjadi kota yang mencekam akibat pertikaian antarwarga.

Diketahui perang kelompok antar warga Sapiria – Borta 18 November lalu berdampak tragis, sedikitnya 18 rumah warga terdampak.

Satu orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka.

Perang antar kelompok warga itu pecah, usai salah seorang warga Sapiria tewas diterjang peluru senapan angin.

Aksi balasan pun terjadi dan mengakibatkan sejumlah kerugian. (Redaksi)

 

Bagikan artkel ini: