Gejolak Perang Timur Tengah Guncang Rupiah, Hari ini Rupiah Melemah ke 17.000
DECIMALNEWS.com – Nilai tukar rupiah tertekan di pasar spot pada pembukaan perdagangan Rabu (4/3/2026). Mata uang rupiah ini melemah lantaran nyaris menyentuh Rp 17.000 per dollar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.23 WIB hari ini, rupiah anjlok 0,29 persen ke level Rp 16.921 per dollar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih berada dalam tekanan karena sentimen risk-off yang dipicu oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Ketegangan geopolitik tersebut membuat investor global cenderung menghindari aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah, dan beralih ke aset yang dianggap lebih aman seperti dollar AS.
“Rupiah diperkirakan masih dalam tekanan sentimen risk-off dari perkembangan perang AS-Israel dan Iran,” ujar Lukman dikutip dari Kompas.com.
Selain faktor geopolitik, kenaikan harga minyak mentah dunia juga menjadi kekhawatiran pasar. Konflik di Timur Tengah berpotensi mengganggu pasokan energi global dan mendorong harga minyak naik.
Dalam situasi tersebut, pergerakan rupiah terhadap dollar AS diperkirakan masih akan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah. Ia memperkirakan rupiah akan berada pada kisaran Rp 16.800 hingga Rp 16.950 per dollar AS. (Redaksi)

