Rupiah Tembus Rp17.000 dan Pasokan Minyak Dunia Terguncang, Bagaimana Nasib BBM Kita? Ini Jawaban Pertamina!
DECIMALNEWS.com – Setelah melihat jatuhnya rupiah ke angka Rp17.000 per dollar, publik tanah air kini risau akan ketersediaan energi utamanya bahan bakar minyak, Kamis (5/3/2026).
Bukan tanpa alasan, negara-negara pemasok minyak, terutama Venezuela, Iran dan Rusia memang tengah bergolak. Belum lagi kabar kilang minyak Saudi juga diberitakan mendapat dampak atas memanasnya eskalasi perang AS-Iran.
Kendati begitu di tanah air, PT Pertamina justru menjamin ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional bisa terpenuhi hingga 2 pekan kedepan, utamanya untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idulfitri 2026.
Hal itu disampaikan langsung oleh Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron kepada wartawan di Jakarta, Selasa (3/3) kemarin.
Pertamina mengakui dalam menjaga pasokan dan stabilitas bahan bakar, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan mengoptimalkan tata kelola impor energi yang baik.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak panik dan tetap tenang dalam menyikapi situasi geopolitik yang ada.
“Jadi masyarakat tidak perlu panik. Dan kami dari sisi Pertamina, dari semua unsur Pertamina Group akan mendukung, dan akan tergabung di dalam satuan tugas Ramadan dan Idul Fitri,” tegas Baron.
Di hilir, Pertamina Patra Niaga yang menjadi ujung tombak dalam pelayanan energi telah menyiapkan infrastruktur distribusi energi meliputi 7.885 SPBU, 6.777 Pertashop, 6.662 agen LPG, dan 223 agen minyak tanah.
“Untuk memberikan layanan yang optimal, Pertamina juga telah menyediakan layanan energi pendukung di jalur potensial baik di jalur tol, jalur wisata, dan jalur lintas utama yang menjadi titik keramaian pemudik,” ungkap Baron.
Layanan energi pendukung itu adalah SPBU 24 Jam sebanyak 2.074 unit, Agen LPG Siaga sebanyak 6.300 unit, 96 unit Layanan BBM Modular, serta Layanan Kiosk Pertamina Siaga di 64 lokasi.
Motorist atau Pertamina Delivery Service (PDS) BBM sebanyak 200 unit, PDS Bright Gas 2.701 outlet dan mobil tangki stand by 200 unit juga siap bergerak.
Sementara di sektor hulu, melalui PT Pertamina Hulu Energi, Baron menyampaikan Pertamina berupaya menjaga laju produksi.
Pada Januari hingga Maret 2026, tingkat lifting mencapai 386.000 barel minyak per hari (bopd). (Redaksi/Idr)

