Ketegangan Global Memanas, Zelensky Sebut Rusia Kirim Drone Tempur ke Iran

Ketegangan Global Memanas, Zelensky Sebut Rusia Kirim Drone Tempur ke Iran

DECIMALNEWS.com – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh Rusia memasok drone tempur jenis Shahed kepada Iran yang kemudian digunakan untuk menyerang basis militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Dalam sebuah wawancara dengan media internasional, Zelensky mengatakan pihaknya memiliki bukti intelijen bahwa drone tersebut diproduksi menggunakan lisensi Iran namun dengan keterlibatan Rusia, dan selanjutnya diberikan kepada Teheran untuk digunakan dalam serangan terhadap target Amerika.

“Saya memiliki 100 persen fakta bahwa rezim Iran menggunakan drone tersebut untuk menyerang pangkalan Amerika dan negara-negara tetangga di Timur Tengah ” kata Zelensky.

Menurutnya, informasi intelijen Ukraina juga menemukan komponen buatan Rusia pada beberapa drone yang digunakan dalam serangan tersebut. Ia bahkan menyebut Moskow diduga memberikan dukungan informasi atau intelijen kepada Iran untuk membantu menentukan target serangan.

Serangan Drone di Basis AS

Ketegangan di kawasan meningkat setelah serangan drone yang diduga berasal dari Iran menghantam fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Salah satu serangan terjadi pada **1 Maret 2026** di instalasi militer AS dekat **Camp Arifjan** di Kuwait. Serangan drone satu arah itu menewaskan sedikitnya enam tentara Amerika dan melukai lebih dari 30 lainnya.

Drone yang digunakan dalam serangan tersebut diduga merupakan jenis **Shahed-136**, yakni drone kamikaze berbiaya rendah yang dirancang untuk menyerang target dengan menabrakkan diri setelah terbang jarak jauh. Drone jenis ini sebelumnya banyak digunakan Rusia dalam perang di Ukraina.

Drone Murah yang Mengubah Strategi Perang

Drone Shahed dikenal sebagai senjata yang relatif murah dibandingkan rudal konvensional namun memiliki daya jangkau panjang. Para analis pertahanan menyebut penggunaan drone dalam jumlah besar dapat membanjiri sistem pertahanan udara yang mahal dan mengubah dinamika peperangan modern.

Zelensky menilai kerja sama militer antara Rusia dan Iran memperlihatkan semakin luasnya jaringan dukungan dalam konflik global yang saling berkaitan. Ia memperingatkan bahwa penyebaran teknologi drone tersebut dapat memperluas konflik dan meningkatkan ketegangan keamanan di berbagai kawasan.

Ukraina Tawarkan Bantuan Anti-Drone

Di tengah eskalasi tersebut, Ukraina juga menawarkan bantuan kepada negara-negara Timur Tengah dan Amerika Serikat dalam menghadapi ancaman drone Iran. Pemerintah Kyiv menyatakan memiliki pengalaman luas menghadapi serangan drone Shahed selama perang dengan Rusia. ([Reuters][6])

“Kami memahami bagaimana sistem ini bekerja karena kami telah menghadapi ribuan drone seperti itu,” ujar Zelensky, seraya menambahkan bahwa Ukraina siap berbagi teknologi dan strategi pertahanan anti-drone dengan negara-negara mitra.

Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan sekutu-sekutunya saat ini terus memicu kekhawatiran internasional, terutama terkait potensi meluasnya perang dan penggunaan teknologi drone sebagai senjata utama dalam konflik modern. (Redaksi)

 

Bagikan artkel ini: