Tak Gentar Isu Krisis dan Tuntutan Penghematan, Prabowo Pasang Badan untuk MBG “Rakyat Saya Harus Makan”
DECIMALNEWS.com – Ditengah ancaman krisis dan rumor Indonesia akan mengalami paceklik devisit APBN, Presiden Prabowo Subianto mengaku tidak akan mengendorkan atau menghentikan program prioritasnya yakni Makan Bergizi Gratis, Selasa (24/3/2026).
Dia mengaku haqqulyakin program itu adalah untuk rakyat dan sudah berada pada jalan yang benar. Untuk urusan uang yang digelontorkan ke MBG hal itu lebih baik daripada uang-uang yang justru dikorupsi oleh oknum-oknum dilembaga-lembaga negara yang belum bersih.
Hal itu diungkap Prabowo dalam diskusi bersama para ekonom dan Jurnalis senior belum lama ini. Dia mengatakan, Indonesia ditengah situasi global saat ini memang menargetkan penghematan, hanya saja, pengehematan tidak akan mengorbankan MBG, ada banyak opsi untuk melakukan efisiensi disektor lain.
Prabowo mengaku akan jor-joran dan pasang badan untuk MBG. Mengingat program itu tidak hanya untuk stimulus ekonomi dan investasi sumber daya manusia kedepan, program itu juga adalah untuk Rakyat Indonesia.
“Saya akan bertahan sedapat mungkin, dari pada uang uang dikorupsi. Lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda gak liat anak-anak yang stunting. Saya liat!! Di desa-desa ada anak usia 11 tahun tapi badannya 4 tahun,”
“Saya Haqqulyakin, saya dijalur yang bener,” ujar Prabowo saat ditanya Pimred SCTV soal banyaknya kritikan netizen tentang MBG.
Prabowo mengaku ditengah rumor adanya krisis, Indonesia yang dipimpinnya saat ini Indonesia masih cukup kuat. Uang kita kata Dia ada dimana-mana, hanya tinggal membersihkan lembaga-lembaga yang bermasalah.
“Kita ini negara besar, sumber daya alam kita besar. Uang bisa masuk. Saya selalu siap untuk kemungkinan yang paling jelek, tapi kita ini negara besar. Sumber daya kita besar, kita tinggal memberdayakan,” ungkapnya.
Prabowo tak menampik soal energi perlu penghematan, hanya saja dirinya punya target ketahanan energi kedepan yaitu 100 GW dari tenaga surya plus Biofuel.
“Saya kira kalau kita sudah mencapai nanti 100 GW dari Solar (PLTS), plus biofuel, itu tiap tahun itu gak akan habis-habis,” ujarnya.
MBG, Koperasi Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Penggerak ekonomi
Dicecar pertanyaan soal ekonomi Indonesia, human capital dan lapangan pekerjaan, Prabowo Subianto mengaku tak gentar. Dia menyebut sejumlah programnya terutama MBG, Koperasi dan Kampung Nelayan bisa menjawab dan menjadi sarana pekerjaan.
“Jadi gini yah, saya ceritakan soal MBG. MBG nanti puncaknya kita akan punya 31 ribu dapur, tiap dapur ada 50 orang yang bekerja, itu artinya sudah 1 setengah juta (yang kerja),” ungkapnya.
Tiap dapur lanjutnya ada 5 sampai 10 vendor-vendor supplier, yang jual telur, wortel dan lainnya.
“Jadi ini empiris, dari vendor itu setidaknya ada 5 petani, ya jadi tambah 50 lagi, tambah 1 juta setengah lagi pekerjaan belum lagi Koperasi Merah Putih, tambah 1,4 juta pekerjaan,” ungkapnya.
Tak hanya itu dari sektor perikanan tangkap yang selama ini laut kita banyakan kapal asing. Prabowo mengaku, kedepan akan ada juga Desa nelayan merah putih yang targetnya 1100 unit.
Dimana 1 Desa Nelayan itu bisa memberdayakan 600 sampai 2000 Kepala Keluarga.
Olehnya dirinya mengaku Indonesia ini hanya butuh pemberdayaan sehingga apapun yang terjadi diluar sana kita bisa menghadapinya.
Prabowo berpesan, semua pihak memberi waktu padanya untuk bekerja hingga akhir. Sebab program-program yang diusungnya murni untuk rakyat. (Redaksi)

