“Iran Tolak Mentah-mentah Proposal Damai AS, 15 Poin Disebut Tak Masuk Akal Konflik Kian Memanas!”

“Iran Tolak Mentah-mentah Proposal Damai AS, 15 Poin Disebut Tak Masuk Akal Konflik Kian Memanas!”

DECIMALNEWS.com – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Teheran dilaporkan menolak proposal perdamaian yang diajukan Washington. Paket usulan yang terdiri dari 15 poin itu dinilai tidak realistis dan cenderung menguntungkan satu pihak, Kamis (26/3/2026)

Sumber diplomatik tingkat tinggi yang dikutip Al Jazeera mengungkapkan bahwa Iran sejak awal memandang proposal tersebut tidak masuk akal. Bahkan, menurut sumber tersebut, isi dokumen itu sudah bermasalah sejak masih berupa konsep di atas kertas.

Penolakan ini muncul di tengah pernyataan Presiden Donald Trump yang mengklaim bahwa proses negosiasi antara kedua negara sedang berlangsung. Namun, pihak Iran secara tegas membantah adanya dialog langsung. Meski demikian, komunikasi tidak resmi tetap terjadi melalui sejumlah negara perantara.

Sebelumnya, Pakistan disebut telah menyampaikan pesan dari Amerika Serikat terkait usulan gencatan senjata kepada Iran. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa tidak ada perundingan resmi yang dilakukan, meskipun jalur komunikasi tidak langsung masih terbuka.

Araghchi juga menekankan bahwa Iran tidak berniat memperpanjang konflik dan menginginkan perang segera berakhir secara permanen. Namun, Teheran mengajukan sejumlah syarat, termasuk tuntutan kompensasi atas kerusakan akibat serangan militer dari Amerika Serikat dan Israel.

Upaya diplomasi pun terus digencarkan. Selain Pakistan, Mesir mendorong agar kedua pihak segera duduk bersama dalam perundingan langsung. Kairo bahkan menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah jika hal itu dapat meredakan konflik. Sementara itu, Turki turut mengambil peran sebagai penghubung komunikasi antara kedua negara.

Di tengah tekanan internasional, Iran tetap bersikeras pada syarat-syaratnya untuk mengakhiri perang. Seorang pejabat Iran menyebut penghentian konflik hanya bisa terjadi jika sejumlah tuntutan dipenuhi, seperti jaminan tidak ada serangan lanjutan, penghentian pembunuhan pejabat Iran, pembayaran ganti rugi, hingga pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.

Sementara itu, proposal dari Amerika Serikat disebut mencakup pelonggaran sanksi ekonomi, pembatasan program nuklir Iran, pengurangan kemampuan rudal, serta pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang vital bagi distribusi energi global.

Meski jalur diplomasi terus diupayakan, situasi di lapangan masih jauh dari kondusif. Serangan udara Israel ke Teheran dilaporkan masih berlangsung, sementara Amerika Serikat meningkatkan kehadiran militernya di kawasan. Iran pun melancarkan serangan balasan ke sejumlah target, termasuk ke negara-negara Teluk.

Salah satu serangan bahkan dilaporkan memicu kebakaran besar di Bandara Internasional Kuwait, menandai eskalasi konflik yang kian meluas dan berisiko mengganggu stabilitas kawasan serta pasokan energi dunia. (Redaksi)

Bagikan artkel ini: