Tes Calistung Tetap Ditiadakan, Anak Usia 5,5 Tahun Boleh Ikut SPMB Tingkat SD
DECIMALNEWS.com – Kemendikdasmen tidak lagi menjadikan tes Membaca, Menulis dan Berhitung (Calistung) sebagai syarat dalam penerimaan murid baru (SPMB) untuk jenjang sekolah dasar (SD), Selasa (9/6/2026).
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari prinsip SPMB yang ramah dan inklusif guna memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan dasar tanpa diskriminasi.
“Tidak boleh ada tes calistung. Intinya begitu ya,” kata Gogot belum lama ini.
Selain itu hal ini juga bertujuan untuk mengurangi tekanan anak dan mendorong perkembangan kognitif, emosional, dan sosial secara menyeluruh.
Kebijakan ini sebenarnya sudah ditegaskan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 3 Tahun 2025 mengenai Sistem Penerimaan Murid Baru untuk tahun ajaran 2025/2026. Dan berlaku juga pada tahun ajaran 2026/2027.
Calistung dan Usia 7 Tahun Bukan Acuan, Selama Anak Siap, Sekolah Harus Memberi Kesempatan Belajar
Berkaitan dengan dihapusnya tes Calistung sebagai dasar penerimaan murid baru SD. Kemendikdasmen juga tidak lagi menjadikan usia anak sebagai dasar untuk SPMB 2026/2027.
Usia 5,5 Tahun bahkan diperbolehkan selama anak calon siswa dianggap mampu dan memiliki kecerdasan atau bakat dan kesiapan psikis.
Jadi, untuk SPMB SD ada pengecualian usia anak, tetapi ada catatan. Kuncinya adalah anak siap untuk mengikuti pembelajaran di SD,” ucap Gogot.
Gogot menjelaskan para calon murid yang akan memasuki jenjang pendidikan SD dengan usia 6 tahun hingga minimal 5 tahun 6 bulan per 1 Juli tahun berjalan harus memiliki kecerdasan dan/atau bakat istimewa serta kesiapan psikis.
“Jadi, harus ada surat keterangan bahwa anak ini memang siap. Dari siapa? Dari ahlinya, psikolog yang terpercaya di daerah setempat, pasti tahu ya siapa yang paling punya otoritas, kemudian bisa diterima di sekolah. Jadi, tidak harus usianya 7 tahun,” pungkas Gogot. (Red)

