Gejolak Global Bayangi Ekspor Sulsel, Ekspor Sulsel Turun 3 Persen
DECIMALNEWS.com – Kinerja ekspor Sulawesi Selatan kembali menghadapi tekanan pada Mei 2026. Permintaan dari pembeli (buyer) luar negeri mengalami penurunan sekitar 3 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel, drg Wiwik Elnangti Wijaya mengakui pasar global saat ini sedang mengalami perlambatan.
“Itu yang menyebabkan adanya penurunan sekitar 3 persen dari permintaan buyer atau ekspor kita yang bisa kita kirim,” jelas drg Wiwik Elnangti dikutip dari Tribun Timur, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya hal ini dipengaruhi mulai dari penurunan permintaan hingga penyesuaian kontrak ekspor di sejumlah negara.
Di sisi lain, fluktuasi harga minyak dunia turut memberi tekanan terhadap biaya distribusi.
Kenaikan harga energi berdampak langsung pada ongkos pengiriman barang melalui jalur laut maupun udara.
Bagi eksportir, meningkatnya biaya logistik menjadi salah satu komponen yang harus diperhitungkan karena dapat memengaruhi daya saing harga produk di pasar internasional.
“Perlu diperhatikan, mungkin dipertimbangkan pada saat kita main ekspor adalah biaya transportasi ke luar, sehingga permintaan dari buyer itu sendiri juga tidak terlalu signifikan, walaupun kami anggap itu masih berada dalam tren positif sampai sekarang ini,” lanjutnya.
Diketahui berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan di Sulawesi Selatan pada April 2026 mencapai US$121,41 juta.
Jumlah tersebut naik 6,58 persen dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebesar US$113,91 juta.
Secara kumulatif, nilai ekspor melalui pelabuhan di Sulsel selama periode Januari-April 2026 mencapai US$445,21 juta. (red)

