Era Politik Kolot Akan Berakhir? Deep Learning dan Medsos Jadikan Generasi Mendatang Lebih Beradab Indonesia Emas 2045
DECIMALNEWS.com – Generasi mendatang akan lebih beradab, memiliki moral dan etika yang lebih baik dari generasi lama yang acap kali menghalalkan politik lama yang kolot. Itu tak disangsikan lahir dan tengah dibangun oleh kurikulum kita (deeplearning) yang menekankan 8 dimensi profil lulusan, mencakup keimanan, cinta tanah air, tetap kritis, kreatif, sehat dan cakap dalam berkomunikasi dan mampu berkolaborasi.
Kendati memang peradaban Indonesia mulai maju dan memiliki standar moral yang berubah cukup baik, dari rezim ke rezim dan dari generasi ke generasi. Namun deep learning yang lahir dari semangat mencipta generasi emas 2045 menjanjikan adanya lompatan besar dalam moral warga negara.
Lawrence Kohlberg dalam teorinya memang mengatakan, moralitas seseorang memang harus berkembang melalui tahapan-tahapan tertentu. Pada tahap yang lebih tinggi, seseorang tidak lagi berbuat baik semata-mata karena takut dihukum atau ingin mendapatkan penghargaan, melainkan karena memahami nilai keadilan, tanggung jawab, dan kepentingan bersama. Dengan kata lain, pendidikan yang baik seharusnya membantu peserta didik mencapai tingkat penalaran moral yang lebih matang.
Dulu seseorang bos bisa saja menendang pantat seorang bawahannya lantaran menyinggung perasaannya saja. Namun saat ini, hampir semua individu bisa mengadvokasi dirinya dengan mengkampanyekan subjektifitas itu ke publik melalui media sosial.
Dimana media sosial seperti diketahui telah menjelma menjadi polisi moral yang sangat efektif memberikan penilaian yang objektif.
Nah, disinilah keuntungan generasi z dan generasi Alpha. mendapat keuntungan dengan kurikulum dan juga akses kampanye diri yang terbuka melalui media sosial.
Kendati begitu, standar moral medsos memang masih belum sempurna, kecenderungan menjatuhkan yang tidak objektif masih membayangi.
Hanya saja, generasi mendatang yang telah teredukasi dan mendapat keuntungan dari evolusi kurikum kita bukan lagi tong kosong nyaring bunyinya. Namun, seperti yang kita harapkan memiliki objektifitas yang baik, nalarnya positif dan diimbangi dengan empati dan simpati yang besar untuk mendukung kemanusiaan yang adil dan beradab.
Opini oleh: Muhammad Khaidir

