Tumbangkan Juara Bertahan, Spanyol Rebut Takhta Sepak Bola Dunia dan Cetak Rekor
DECIMALNEWS.com – Spanyol berhasil menumbangkan juara bertahan Argentina pada piala dunia 2026 tahun ini. La Roja mencetak skor tipis 1- 0 pada laga final yang digelar di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat (Senin, 20/07/2026).
La Furia Roja meraih gelar piala dunia kedua-nya setelah penantian 16 tahun usai juara pada edisi 2010 di Afrika Selatan.
Perjalanan Spanyol memang tidak mudah, anak asuh Luis de la Fuente mencapai final setelah mengalahkan tim favorit, Perancis di semifinal, dengan skor memuaskan 2-0 tanpa balas.
Pada dasarnya Spanyol memang banyak diunggulkan oleh para legenda sepakbola dunia. Terbukti saat bertanding kontra Argentina di Final yang sensasional, tim Spanyol kembali menunjukkan dominasinya.
Berdasarkan statistik pertandingan, Spanyol melepaskan 20 tembakan sedangkan Argentina 3 tembakan dengan total 11 tembakan tepat sasaran. Berbeda dengan Argentina yang sama sekali tak punya shoot on target.
Dilain hal terkait penguasaan bola, Spanyol mendominasi penguasaan bola sebesar 68%, berbanding 32% dari Argentina.
Sementara itu dalam jalannya laga, Spanyol memang aktif menjaga kedalaman skuat dan mengambil opsi dan inisiatif menyerang.
Beruntung Argentina kuat dibawah mistar gawang yang dijaga Emiliano Martines.
Ditengah dominasi kuat itu, akhirnya gol tunggal kemenangan Spanyol datang pada menit perpanjangan waktu (106) melalui sepakan keras Ferran Torres.
Ferran Torres mencetak satu-satunya gol yang membawa Spanyol menjuarai piala dunia 2026. Ia masuk sebagai cadangan sebagai pahlawan La Furia Roja. Ia juga sempat melewatkan beberapa peluang mencetak gol penentu kemenangan. (Indri)
Spanyol Mencatat Sejarah Turnamen dengan Jumlah Kebobolan Paling Sedikit
Ditengah pujian atas trophi paling prestisius dunia itu, Spanyol tidak hanya menjadi juara dunia, tetapi juga berhasil mencatat sejarah yang sangat menarik.
Edisi kali ini, Spanyol sukses mencatat record menabjubkan dengan hanya kebobolan 1 kali sepanjang turnamen ini berlangsung.
Keberhasilan yang diraih Spanyol disebabkan karena strategi penguasaan bola dominan yang mencapai 62%, hal ini menyebabkan hanya sedikit lawan yang memiliki kesempatan menyerang.
Penyebab lainnya karena pertahanan rapat yang meminimalisir tembakan dan yang tidak kalah penting adalah performa kiper.
Hanya Charles De Ketelaere yang mampu mencetak gol tunggal gawang Unai Simon sepanjang pertandingan Spanyol. Momen ini terjadi pada babak perempatan final, meskipun pada akhirnya Spanyol tetap memenangkan pertandingan dengan skor 2-1 melawan Belgia.
Hal menakjubkan ini juga terjadi saat Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010, bedanya pada saat itu Spanyol hanya kebobolan dua gol sepanjang turnamen. Keberhasilan tahun ini sebagai bukti Spanyol berkembangan dengan sangat baik. (Putri)

