Makassar Peringkat Teratas Kasus Rehabilitasi Narkoba di Sulsel, Generasi Muda Jadi Sorotan

Makassar Peringkat Teratas Kasus Rehabilitasi Narkoba di Sulsel, Generasi Muda Jadi Sorotan

DECIMALNEWS.com – Paparan narkoba dikalangan muda mudi Kota Makassar menjadi yang tertinggi di Sulawesi Selatan. Hal itu tercatat sesuai angka rehabilitasi, Kamis, (4/6/2026)

Hal itu diungkap Kepala Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar, dr. Iman Firmansyah dalam kegiatan Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba (KRISAN) dengan tema “Smart Kader, Strong Family: Bersama KRISAN Wujudkan Generasi Sehat Tanpa Narkoba” yang berlangsung di Auditorium TP PKK Kota Makassar.

Ia memaparkan gambaran umum permasalahan narkoba di Indonesia, termasuk kondisi yang terjadi di Sulawesi Selatan dan Kota Makassar.

Dalam pemaparannya, dr. Iman mengungkapkan bahwa berdasarkan data klien rehabilitasi, Kota Makassar menjadi daerah dengan jumlah klien rehabilitasi tertinggi di Sulawesi Selatan. Dari total 280 klien rehabilitasi yang tercatat, kelompok usia 18 hingga 25 tahun mendominasi dengan jumlah 113 orang.

“Artinya, generasi muda kita menjadi kelompok yang paling rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Ini menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih serius melakukan pencegahan sejak dini,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan berbagai jenis narkoba beserta dampak yang ditimbulkan, mulai dari gangguan kesehatan fisik dan mental, menurunnya produktivitas, hingga rusaknya hubungan sosial dan keluarga. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai tahapan rehabilitasi yang dijalankan di Balai Rehabilitasi BNN Baddoka, mulai dari asesmen, terapi, konseling, hingga pendampingan pascarehabilitasi.

Selain dari BNN, materi juga disampaikan oleh Kepala UPT Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Dinas Sosial Kota Makassar, Masri. Ia menjelaskan berbagai program rehabilitasi sosial yang telah dilaksanakan melalui UPT RPTC untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan dan pemulihan.

Masri menegaskan bahwa peran keluarga sangat penting dalam proses pencegahan maupun pemulihan penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, perhatian, komunikasi yang baik, dan pengawasan dari keluarga menjadi faktor utama dalam membentuk ketahanan diri anak dan remaja.

“Masalah narkoba bukan hanya masalah individu, tetapi masalah sosial yang menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, kami mengajak seluruh kader TP PKK untuk terus mengedukasi masyarakat, memperkuat fungsi keluarga, serta aktif melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar,” ujarnya. (Red)

Bagikan artkel ini: